Saturday, July 30, 2005

The First Time..













Jadi pada kamis malam kemaren, gw untuk
pertama kalinya manggung seorang diri. Gw disitu menyanyi dan maen
gitar. Awalnya tawaran manggung ini dateng dari Erick Death Rock
Star, yang emang biasa bikin acara di TRL setiap hari kamis. Dan
untuk kamis kemaren, konsep acaranya adalah akustikan singer,
songwriter gitu. Selaen gw ada Diaz juga dari Blossom Diary, lalu ada
2 orang personil dari Jelly Belly, Aduy dan Inay, lalu seorang lagi
namanya Lutfhi, sayang gw gak bisa nonton 2 penampil sebelum gw, karena
Felix ama Bobby ngajakin makan di banceuy sebelum gw manggung, jadi pas
gw dateng agak mempet gitu jadi gw langsung manggung.



Anyway, agak aneh memang manggung sendirian,
nyanyi lagi…baru kebayang gimana susahnya jadi seorang vokalis,
gimana harus komunikasi ke penonton karena jujur aja kemaren gw
bingung banget apa yang harus gw omongin ke penonton. Untung kemaren
yang nonton gak gitu banyak dan kebanyakan juga teman-teman sendiri,
jadi gak begitu tegang. Dan sulitnya lagi, saat manggung, gw harus
membagi konsentrasi antara nyanyi, maen gitar dan maen harmonica. Setelah gw nyanyi sendiri gw juga berkolaborasi dengan Diaz, 2
lagu gw membantu maen gitar untuk lagu-lagu ciptaannya Diaz, dan satu
lagi gw nyanyi bareng Diaz bawain lagu The Shins yang New Slang



Trus untuk set list, gw juga baru buat
langsung di panggung, karena sampai detik-detik terakhir mau
manggung, gw juga belum pasti akan membawakan lagu yang mana, yang
pasti gw udah nyiapin sekitar 5 lagu, yang terdiri dari 3 lagu orang
dan 2 lagu sendiri. Gw berencana mau bawain lagu ballads juga, tapi
juga belum pasti lagunya yang mana..pokoknya bener-bener hajar
langsung aja deh di panggung, hehe…



Yah akhirnya manggung pertama gw
berjalan cukup lancar, walau mungkin terlihat agak ‘garing’ bagi
penonton karena gw tidak berkomunikasi dengan baik juga dengan
penonton, tapi yah sudahlah, ini kali pertama gw juga manggung
sendiri dan gw harus banyak belajar untuk bisa manggung dengan konsep
seperti itu.













Btw ini set list gw yang gw bikin scara
spontan di panggung :


  1. Blowin In The Wind - Bob Dylan


  2. Northern Sky - Nick Drake


  3. Jealous Guy - John Lennon


  4. Hummingbird – ciptaan sendiri


  5. Season of Joy – lagu Ballads,
    ciptaan gw juga.








Monday, July 25, 2005

songs diary part II

13. Don’t Look Back In Anger – Oasis


Lagu ini adalah lagu Oasis pertama yang gw kenal. Gw melihat videoklipnya di tv dan langsung jatuh cinta. Gak berapa lama gw beli kasetnya. Dulu majalah-majalah remaja suka memberikan teks lagu yang sedang hits beserta kord gitarnya. Hal ini menjadi berkah bagi gw, yang kebetulan pada saat itu baru belajar gitar dan belum tahu caranya mencari kord lagu yang cepat dan benar. Jadi tiap kali nongkrong sama teman-teman gw biasa nyanyiin lagu ini juga. Mengenai Oasis, dulu gw ga tau yang nyanyi di Oasis itu sebenernya adalah Liam, karena di lagu ini kan si Noel yang nyanyi.


 


 14. Love Song – The Cure


Suatu hari tetangga gw memberi sebuah kaset yang sebenarnya oleh-oleh dari bokapnya yang waktu itu pulang dari Amerika. Tetangga gw itu gak suka sama kaset itu, dan dirumahnya kaset itu berada di tumpukan barang-barang tak berguna, penuh debu dan tidak terawat. Gak tau kenapa, tetangga gw itu tiba-tiba memberikan kaset itu ke gw, karena menurut dia, gw bakal suka. Kaset itu berjudul Disintegration dari grup bernama The Cure. Jujur saja pada saat itu gw tahu The Cure hanya singlenya saja yang Friday I’m In Love. Itu pun gw hanya dengar selintas lalu. Tapi namanya pemberian, gw menerimanya dengan suka hati. Setelah gw dengar kaset itu, gw jatuh cinta pada grup ini. Album itu begitu gelap dan misterius. Soundnya gak kayak band-band eropa yang pada saat itu gw denger. Dan salah satu lagu yang pertama kali menarik telinga gw yaitu Love Song. Suara keyboard di lagu itu membuat lagunya menjadi dingin, misterius tetapi tetap terdengar indah terutama karena lirik yang dibuat oleh Robert Smith. Versi terbaru dari lagu ini yang dibawakan oleh 311, gw malah kurang suka, karena terasa ada sesuau yang hilang di lagu itu, entah apa.


 


15. Close To Heaven – Color Me Badd


Color Me Badd itu bisa dibilang sebagai grup vocal atau boyband ya? Pada periode awal 90an, media tidak mempermasalahkan hal itu. Karena jika ada grup baru entah grup itu mau memainkan alat musiknya sendiri atau hanya grup vocal, media tetap menyebutnya sebagai new group.tanpa embel-embel lainnya. Grup ini sangat 90an, dari musik-musiknya atau style yang up to date sekali pada jamannya. Dan Close To Heavenlah yang membawa gw tahu musik dari Color Me Badd. Dulu gw sampai hafal lirik spanyolnya lho yang ada di lagu ini, hehe… Sekarang mereka pada kemana yah? Udah jadi bapak-bapak Amerika pada umumnya kali ya? Yang mengalami obesitas, dan suka nonton acara sport pada hari minggu dengan sekaleng bir di tangan, hahahaha….


 


16. Burung Gereja –Nugie


Gw dulu fans dari Nugie. Trilogi albumnya semuanya gw beli. Dan bisa dibilang Nugielah yang menginspirasi gw pertama kali saat kelas 2 SMP untuk mencipta lagu. Dulu gw bercita-cita keren juga yah suatu saat gw bernyanyi sendirian sambil maen gitar, hehe…Dari semua lagu Nugie, Burung Gereja yang paling gw sukai. Kordnya juga gampang, dan saat itu gw sudah mulai mencari sendiri kord-kord lagu yang ingin gw pelajari. Dari situ, gw mengasah juga kepekaan gw dalam nada. Yah sedikit banyak Nugie secara tidak langsung mengasah kemampuan musikalitas gw juga berarti, hehe..


 


17.Find A Way To My Heart – Phil Collins


Album Phil Collins But Someday menurut gw adalah album Phil Collins yang paling bagus dan yang paling sukses. Banyak lagu-lagu bagus yang menjadi hits disini. Salah satu lagu di album ini yang paling berkesan bagi gw adalah “Find A Way To My Heart” Lagu ini tidak dijadikan single apapun untuk albumnya, tetapi lagu ini berkesan bagi gw karena selalu mengingatkan gw saat gw menonton pertunjukan sulap dari pesulap favorit gw, David Copperfield saat dia datang ke Jakarta. Jadi David saat melakukan aksi-aksi sulapnya entah kenapa banyak menggunakan lagu-lagu dari Phil Collins. David Copperfield selalu bisa membuat dramatisasi yang pas dari lagu-lagu Phil Collins untuk dijadikan tontonan sulap yang menarik. Dan menurut gw, lagu ini termasuk yang paling sukses dalam mempresentasikan kemampuan David Copperfield dalam menghibur penonton dengan aksi sulapnya. Jadi lagu ini dipasang untuk opening saat David memasuki panggung. Intro lagu yang panjang, musik yang menghentak saat reffren, terasa sangat pas karena dapat membuai penonton untuk terbawa dan mulai memasuki dunia ilusi ala David Copperfield.


 


18. That’s Way (You Go Away) – Michael Learns To Rock


MLTR adalah salah satu grup yang gw sukai saat SMP. Grup ini beken sekali di Asia, malah mungkin popularitasnya di Asia melebihi di negaranya sendiri. Gw sempat beli beberapa dari album mereka (guilty pleasure, hahaha..) Dan lagu mereka yang paling gw sukai adalah That’s Why (You Go Away). Gw tambah suka lagu ini disaat gw ke Jogja bersama teman-teman SMP. Pada saat itu gw baru aja membeli album The Best mereka. Jadi sepanjang di bis, gw memutarnya terus sambil merenungi nasib, karena pada saat itu gw masih sendiri, gak ada pacar, sedangkan teman-teman gw saat itu asik sekali bisa karya wisata bareng pacarnya masing-masing ke Jogja, huhuhu…


 


19. Love Games – Level 42


Gw tertarik sama lagu ini, kerana bass linenya yang sangat groovy. Saat gw pertama kali belajar bass saat SMP, gw mencari lagu-lagu yang mempunyai struktur bass line yang tidak biasa dan groovy. Dan keinginan gw itu terlampiaskan pada lagu ini. Sebetulnya lagu ini diperkenalkan ke gw pertama kali oleh guru les bass gw. Dia memainkan bass line dari lagu ini seraya mendengar lagunya dari tape di kelas. Sekejap gw langsung terkesima. Dan pada saat itu gw ingin sekali bisa memainkan lagu ini dengan baik dan benar. Di rumah gw belajar keras sehingga pada periode itu, nyokap gw pasti bosen mendengar Love Game terus menerus, karena seperti halnya orang lagi mengulik lagu, pasti lagunya akan diulang-ulang terus sampai bisa. Dan satu hal yang gw kagumi dari Level 42 bahwa Mark King bisa menyanyikan lagu ini sambil bermain bass! Dia memang seorang vokalis/bassist/songwriter yang hebat. Dia mempunyai suara yang khas, lagu-lagu yang bagus dan permainan bassnya juga patut diacungi jempol.


 


20. Never Forget – Take That


Jika pada periode SD, gw menyukai boyband yang bernama NKOTB, maka pada periode SMP, gw suka sama boyband yang namanya Take That yang berasal dari Inggris. Boyband ini sedikit berbeda dari boyband-boyband lainnya mungkin hingga saat ini. Karena Take That mengarang sendiri semua lagu-lagunya. Sebenarnya yang mengarang hanya satu orang, yaitu Gary Barlow, tapi personil lainnya juga menonjol dengan ciri khasnya masing-masing. Jebolan Take That yang sekarang paling sukses adalah Robbie Williams. Hal itu diluar dugaan gw, karena gw menduga pastilah Gary Barlow yang akan mempunyai karir solo yang gemilang, secara dia juga yang mengarang semua lagu di Take That, atau bisa dibilang dialah yang membawa ciri Take That. Tetapi nasib berkata lain, dan sekarang terbukti memang bakat saja tidak cukup untuk berkarir di industri musik, melainkan kita harus mempunyai faktor lain seperti image yang kuat (yang jelas hal ini dimiliki oleh Robbie yang dulu terkenal sebagai bad boy dalam grupnya) dan juga peruntungan yang kuat, hehe…”Never Forget” bisa dibilang adalah lagu perpisahan mereka, karena lagu ini dijadikan single pada album the best mereka yang juga bisa dibilang album terakhir mereka. Gw suka sekali bagian choir anak-anak pada awal lagunya. Dan lagu ini selalu mengingatkan gw pada pengalaman pertama gw menonton konser musik grup mancanegara, yaitu saat gw menonton Take That pada tahun 1996


 


21. Basket Case – Green Day


Para penjaga studio musik pada tahun 1994-1995 pasti akan bosan mendengar lagu Basket Case dimainkan oleh banyak dari abg-abg yang baru membentuk band. Dan percaya atau tidak, gw juga termasuk dalam abg-abg tersebut, hehe…Progresi kord yang mudah, lagu yang penuh semangat, dan popularitas Green Day pada jaman itu, merupakan faktor-faktor yang mendukung mengapa lagu ini sangat digemari oleh anak-anak yang baru ngeband. Lagu ini biasa bersanding dengan lagu “Creep” dari Radiohead atau juga “I Will Survive” dari Cake sebagai playlist utama abg-abg pada jaman itu jika sedang latihan musik di studio.


 


22. Kosong – Pure Saturday


Sebenarnya impresi gw pertama kali agak buruk terhadap lagu ini. Jadi saat gw masih duduk di kelas 3 SMP, gw baru saja bergabung sama suatu band dan gak berapa lama kemudian, gw sama teman-teman gw mengikuti suatu audisi untuk acara pensi suatu SMA di jakarta barat. Pada jaman itu lagu “Kosong” dari Pure Saturday ini sangat terkenal di kalangan anak-anak muda. Dan setelah berunding, kami memutuskan untuk memainkan lagu ini pada audisi pertama kali yang akan kami lakukan. Namanya juga baru ngeband, kami sama sekali gak memperhatikan faktor-faktor lain diluar main yang rapi. Kita dengan ‘pede’nya masuk ke studio dengan penuh keyakinan, tetapi faktor lain itu yang akhirnya menggagalkan kami. Karena Pure Saturday bermain dengan tiga gitar maka kami juga ingin bermain dengan tiga gitar juga, tetapi masalahnya gitar yang satunya ternyata tidak terstem dengan baik. Saat gitaris gw disuruh nyetem, dia malah gugup sehingga suaranya bukan malah bertambah baik malah semakin hancur. Panitianya juga menyebalkan, karena kita dikasih waktu sangat mepet, sehingga karena kelamaan nyetem, waktu kami terpotong dan akibatnya lagunya juga belum kelar kami disuruh selesai dengan sedikit terpaksa. Balik lagi ke lagu “Kosong”, diluar cerita tadi, gw sebenarnya sangat suka sama lagu ini, intro lagu yang catchy, lirik yang dalam dan melodi yang sangat mudah diingat membuat gw selalu jatuh cinta untuk kesekian kalinya setiap kali mendengarnya.


 


23. Kau – Netral


Lagu ini terdapat pada album Netral yang berjudul Album Minggu Ini. Kalau gak salah ini adalah album terakhir Miten sebagai gitaris Netral. Setelah Miten keluar, gw merasa ada perubahan yang cukup signifkan dalam musik Netral. Lagu “Kau” ini adalah lagu yang cukup berbeda bila dibandingkan lagu-lagu Netral lainnya. Diawali dengan melodi gitar yang cukup catchy dan suara drum seperti bebunyian loop drum elektronik.  Sepertinya Bimo pada saat itu mau bereksperimen dengan sound-sound seperti itu. Dulu saat gw mendengarkan album ini, gw berpikiran bahwa lagu ini pasti akan menjadi single kedua setelah “Pucat, Pedih, Serang”. Tetapi sepertinya penjualan album ini kurang begitu baik atau entah promosi dari pihak label juga kurang, maka lagu ini terbuang begitu saja dari jejeran single-single hits dari Netral. Sayang sekali…


 


24. Hilang – Rumah Sakit


Rumah Sakit salah satu pionir dalam pergerakan musik underground di Jakarta. Mereka selalu ada sebagai headline utama pada setiap pagelaran acara-acara underground (indies)  dari M Club sampai Poster Café circa 1994-1999. Dan pada akhirnya mereka mengeluarkan album pertama mereka dengan single hitsnya yang berjudul “Hilang”. Lagu ini bisa dibilang sebagai anthem anak-anak indies pada era kejayaan Poster Café. Saat intro lagu ini dimainkan, karuan saja, anak-anak remaja berambut belah pinggir dan berjambang panjang, memakai kaus ketat dan tas disamping pada menari ala Ian Brown. Tarian massal ini dipimpin langsung oleh Andri Lemes, vokalis dari Rumah Sakit diikuti dengan koor panjang dari mereka. Gw dulu menjadi saksi bagaimana Rumah Sakit pada era itu sangat digilai oleh anak-anak Indies, dan lagu “Hilang” ini (dan juga lagu-lagu hits lainnya dari Rumah Sakit) juga selalu dimaninkan oleh band-band baru yang terus bermunculan pada kejayaan Poster Cafe.


 


25. Runaway Train – Soul Asylum


Gw mengenal Soul Asylum saat SMP, single mereka yang “Misery” sukses dimana mana. Tapi ada satu lagu mereka yang gw pribadi lebih suka, yaitu “Runaway Train” ini. Gw mendengar di kaset kompilasi lagu-lagu hits pada masa itu dan didalamnya ada lagu ini. Lagu ini mempunyai struktur yang mengalun dengan santai, gak ada kejutan-kejutan pada lagunya, dan pada saat itu gw membayangkan lagu ini cocok sekali didengarkan saat perjalanan luar kota di sore hari pada pinggiran kota di Amerika, jalan yang lurus dan sepi, keadaan agak sedikit gersang, kaca dibuka, angin berhembus kering tetapi sejuk.


 


akhir dari periode 1987-1997


bersambung...


 


 


 

Bryter Layter

Rating:★★★★★
Category:Music
Genre: Folk
Artist:Nick Drake
Nick Drake seorang musisi, penyanyi, pencipta lagu berbakat yang ‘memang harus mati muda’ tetapi tidak seperti kawan-kawan senimannya yang mengalami nasib yang sama seperti Jim Morisson, Kurt Cobain yang begitu melegenda dan dikenal banyak orang, kiprah karir seorang Nick Drake memang tidak begitu popular dimasyarakat umum, tetapi musiknya ternyata begitu mempengaruhi banyak musisi sekarang, seperti Elliot Smith (yang juga mati muda), Badly Drown Boy atau grup Belle and Sebastian. Di hidupnya yang singkat, dia telah menghasilkan 3 full album dan beberapa lagu yang belum sempat dirilis resmi.

Diantara semua albumnya, gw merasa bahwa album ini yang juga merupakan album keduanya sebagai album yang paling sukses terutama dari musikalitas yang telah dia capai. Album ini juga satu-satunya album Nick Drake yang berformat band. Karena pada 2 album lainnya, Nick Drake sering hanya menggunakan iringan gitar akustik saja. Di album Bryter Lyter ini, Nick Drake banyak dibantu oleh personil dari grup British folk, Fairport Convention yang memang menemukan dan membawa karir Nick Drake ke jenjang yang lebih tinggi lagi yaitu dengan memperkenalkannya kepada produser Joe Boyd yang nantinya akan menjadi produsernya pada album ini.

Album ini dibuka dengan “Introduction” yang begitu menghanyutkan dan misterius dengan layer string yang megah. Dilanjutkan dengan “Hasey Jane II” yang menjadi satu-satunya lagu yang sedikit up beat di album ini. Mendengar lagu ini serasa seperti berangkat dari rumah dijemput oleh Nick Drake yang akan membawa kita untuk minum teh bersama di sore hari. Nuansa album ini tidak semurung 2 album lainnya, karena Nick Drake membungkus semua kesedihan dan kesepiannya dengan aransemen yang manis dan cantik. Bebunyian dari brass section banyak menghiasi lagu-lagu di album ini, seperti suara flute yang begitu dominan pada 2 lagu instrumental “Byter Layter” dan “Sunday”yang terdapat pada tengah dan akhir album. Atau fill-fill dari trompet yang begitu padu dengan iringan string section pada lagu “At The Chime Of A City Clock” Setiap lagu mengalun ringan, tanpa beban seperti suara Nick Drake yang begitu menyejukan. Dalam“Fly”, kita seakan akan seperti terbang rendah perlahan menyusuri bukit-bukit kecil di tengah padang rumput hijau membentang. Atau “One Of These Things First” yang mengiringi kita memetik bunga-bunga indah di taman dengan dentingan piano yang mengisi rapat pada struktur lagu, akan selalu mebuat kita tersenyum. Album ini begitu kaya akan aransemen, seperti “Poor Boy” yang sedikit-sedikit banyak mengadopsi gaya musik jazz. Tapi track terbaik menurut gw adalah “Northern Sky” Jatuh cinta, refleksi dari kesepiannya dan ketakutan digabungkan menjadi satu dengan indahnya. Suara piano, celeste dan organ yang dimainkan oleh musisi legendaris John Cale membuat lagu ini terasa getir namun bahagia.

Album ini adalah album yang harus dimiliki,walaupun anda bukan penggemar Nick Drake. Karena setiap orang pasti akan menyukai setiap track yang ada di album ini. Karena semua lagu sangat ear friendly, mendengarkannya gak harus mikir segala hal yang rumit. Karena album ini begitu sederhana seperti juga cerminan pribadi seorang Nick Drake.

Saturday, July 16, 2005

wisata plus plus




Hari sabtu kemarin adalah hari yang sangat meletihkan tetapi sekaligus menyenangkan. Jadi kemarin adalah kali pertama dari rangkaian syuting untuk video klip terbaru Ballads of The CLiche. Untuk sutradara, kami mempercayai kepada Ibong dari griya produksi The Trogongs, dimana dulu Ibong juga merupakan model videoklip Ballads yang pertama, yaitu Jennifer Loves Hewitt yang disutradarai oleh Andri Lemes.

Dan setelah melalui berbagai pembicaraan, kami memutuskan untuk memakai Pekan Raya Jakarta 2005 ( PRJ 2005 ) sebagai lokasi pertama pembuatan video. Kita di PRJ mulai masuk dari jam 11 siang dan keluar jam 9 malam. Pake bonus hujan deres lagi..Tapi segalanya berjalan dengan lancar dan menyenangkan, diramaikan oleh Merdi, Nourie, Adit 'Vampir' dan Harry membuat suasana tambah meriah. Syuting kali ini bisa dibilang sebagai wisata plus plus karena gak berasa syuting juga, yah benar-benar seperti wisata plus syuting dan plus belanja juga, hehehe....Dipikir-pikir udah lama juga gw gak mengunjungi tempat-tempat hiburan semacam ini. Gara-gara itu gw jadi semangat banget dan gak kerasa gw udah mengelilingi mungkin hampir semua sudut di arena PRJ tersebut. Tetapi akibatnya, kaki gw udah kaya mau copot sekarang, pegel banget, gak ada yang mijetin lagi, huhuhu...

Tuesday, July 12, 2005

songs diary













    Setiap orang pasti
mempunyai artifak-artifak tertentu terhadap kisah yang telah terjadi
pada hidupnya. Dan lewat artifak tersebut, seorang bisa mengenang atau
melihat kembali perjalanan hidupnya yang telah dilewati. Artifak paling
gampang biasanya lewat sebuah foto. atau bisa juga lewat sebuah diari.
Tetapi sekarang gw mau mencoba membuka kisah-kisah lama gw lewat
lagu-lagu yang selama ini gw dengar dan pastinya yang meninggalkan
kenangan-kenangan tertentu terhadap diri gw yang mungkin bisa membuat
gw tertawa kembali atau mungkin bisa membuat gw sedih. Lagu-lagu yang
gw tuliskan berikut ini juga bisa mempunyai peranan terhadap
perkembangan diri gw.

    Intinya lagu-lagu ini mempunyai keterikatan
emosional sehingga ketika gw mendengar lagu ini kembali, memori gw
seakan terbuka untuk berpetualang ke kehidupan gw pada masa lalu. Untuk
gampangnya gw akan membagi 2 bagian besar dalam tulisan ini. Yaitu
periode tahun 1987-1997 dan periode 1998-sekarang. Dan masing-masing
bagian memuat 25 lagu dari keselurahan total 50 lagu.




Periode 1987 - 1997


  1. Walls Come
    Tumbling Down – The Style Council





Lagu
ini pertama kali gw dengar saat gw kecil, mungkin saat itu gw belum
masuk SD. Ceritanya bokap gw saat itu baru balik ke Jerman dan dia
pulang dengan membawa beberapa video yang isinya rekaman video-video
klip atau acara-acara TV lokal Jerman. Video-video itu begitu sering
gw tonton, darisana gw banyak mengetahui artis-artis mancanegara
walau pada saat itu gw belum hafal nama nama penyanyi atau grup
bandnya. Tapi musik-musik yang gw dengar pada saat itu masih
tersimpan kuat di memori gw sampai saat ini. Jadi belum lama, gw
mendengarkan satu album the best dari The Style Council dan beberapa
saat gw terdiam sambil mencoba mengingat sebuah lagu yang terdapat di
album tersebut, gw merasa familiar dengan nada-nadanya. Dan akhirnya
gw baru tersadar bahwa lagu dari The Style Council yang berjudul
“Walls Come Tumbling Down” tersebut adalah salah satu lagu yang
gw sering lihat videoklipnya pada video rekaman yang dibawa bokap gw.
Sejenak gw merasa seperti kembali ke umur 6 tahun, duduk dengan
serius mencermati video-video dari bokap gw itu, seraya mendengar
nyokap gw berteriak menyuruh gw mandi sore, hehe..



  1. A View To Kill –
    Duran Duran



    Lagu ini juga gw
mendengarnya pertama kali karena rekaman video bokap gw itu. Videonya
masih tergambar jelas di ingatan gw, karena lagu ini soundtrack dari
James Bond jadinya beberapa gambarnya diambil langsung dari filmnya
dan sebagian lagi menampilkan para personil dari Duran Duran seakan
akan mereka juga berperan dalam film tersebut. Lagu ini juga
merupakan perkenalan gw pada grup yang sangat berpengaruh pada tahun
80an yang bernama Duran Duran. Gw juga mengenal Duran Duran, saat
membaca buku Lupus, rambut Lupus pun juga terinspirasi dari model
rambutnya John Taylor, bassist dari Duran Duran yang dulu sempat
dijadikan sex icon pada masanya, sehingga potongan rambutnya pun
dijadikan suatu trend terbaru oleh anak-anak muda tahun 80an.




         3.Nona
Lisa – Chrisye



            
Gw
pertama kali suka lagu ini gara-gara melihat penampilan live dia di
acara TVRI, Aneka
Ria Safari. Jadi saat itu dia menggunakan properti seperti
lemari-lemari yang kacanya terbuat dari plastik yang pada akhirnya
Chrisye berjalan melewatinya dengan merobek plastik tersebut. Jadi
pertunjukannya saat itu agak-agak berbau teaterikal, tetapi dengan
gaya Chrisye yang tanpa ekspresi. Gw dulu sebagai anak kecil
terkesima melihatnya dan nada-nada dari lagu ini pun terus melekat
dan akan selalu mengingatkan gw akan pengalaman itu dan perkenalan gw
pertama kali dengan seorang penyanyi legendaris bernama Chrisye.
Lagunya sendiri
memiliki intro yang sangat 80an, dengan bunyi drum elektrik yang pada
saat itu sedang banyak digemari. Sebuah lagu dansa yang sangat cocok
diputar saat pesta-pesta bertema 80an.



  1. Across The
    Universe – The Beatles



Dulu orang tua gw punya kaset kompilasi hits The Beatles dari album awal
sampai album terakhir mereka. Dan dulu saat gw masih kecil,
sebetulnya gw gak begitu senang dengan yang namanya The Beatles,
karena saat itu gw berpikir The Beatles adalah band rock n roll yang
lagunya sering dibawakan saat acara dansa dansi pada pertemuan
nostalgia orang-orang tua. Tapi pada suatu hari, gw diam-diam
mengambil kaset itu, dan mendengarkannya dengan seksama. Dan gw
baru sadar ternyata The Beatles mempunyai lagu-lagu balada yang
sangat indah selain lagu-lagu pada era awal karir mereka yang
kebanyakan berirama Rock N Roll. Setelah gw beranjak remaja, gw
semakin kagum oleh musikalitas dari The Beatles. Pasti semua orang
pada awalnya tidak menyangka bahwa band yang bikin album Please
Please Me adalah grup yang sama dengan yang bikin album Sgt Papper’s
Lonely Heart Club Band. Karena dari segi musikalitas mereka jauh
berkembang dan beda banget. Dan salah satu lagu balada dari mereka
yang pertama kali gw denger dan menarik perhatian gw adalah “Across
The Universe” yang diambil dari album mereka yang terakhir, Let It
Be. Gw suka liriknya yang agak-agak berbau spiritual karena saat
mereka membuat lagu ini mereka baru saja pulang dari perjalanan
spiritual mereka ke India. Dan yang paling utama yang gw suka pada
lagu ini adalah progresi kord dan melodinya yang sangat indah.


  1. The King of
    Whisful Thinking – Go West



Ada
1 hal mengenai masa kecil gw yang jarang diketahui oleh teman-teman
gw. Yaitu dulu waktu SD gw pernah diikutkan sanggar oleh nyokap gw.
Namanya sanggar Sangrila. Jadi disitu gw diajarkan berbagai macam
kesenian, dari maen piano, nyanyi sampai belajar menari. Sungguh
menggelikan bukan, gw dulu pernah belajar menari, hehehe…tapi jujur
aja dari semua pelajaran yang diberikan di sanggar, gw paling benci
saat belajar menari. Tariannya sih tarian modern gitu. Tapi ada satu
yang gw ingat saat gw belajar menari, yaitu lagu yang mengiringi gw
dan teman-teman gw saat menari. Lagu “King of Whisful Thinking”
ini adalah lagu tipe 90an banget, dan gw baru sadar pas sekarang,
lagu ini emang sempat beken banget pada jamannya. Lagu ini juga
merupakan salah satu pengisi soundtrack dari film Pretty Woman. Tapi
gw baru mendengar lagu ini, pada saat di sanggar.
Dan kalo ga
salah grup Go West juga termasuk grup one hit wonder, karena mereka
cuma terkenal oleh lagu ini saja. Yah sampe sekarang gw cuma ingat
lagu ini sebagai lagu pengiring belajar menari gw aja, kalau masalah
gerakan menarinya sih, gw udah gak mau ingat lagi. Malu, hehe….




  1. Mike & The
    Mechanics – Over My Shoulder



Gw
kelas 6 SD saat mendengar lagu ini. Jadi saat menjelang kelulusan, di
tv swasta kita, sering sekali memutar lagu ini. Waku itu gw masih
biasa aja, gak begitu suka. Tapi saat gw lulus, gw dan beberapa teman
mengadakan semacam perpisahan sendiri di puncak. Menginap di villa
teman, lalu bersenang senang. Dan di villa itu, mempunyai antena
parabola dan seperti anak seusia kita pada saat itu, gak ada lagi
channel yang lebih keren dibandingkan dengan MTV. Maka dari itu kita
selalu menyetel MTV dan ternyata video klip Mike & The Mechanics
juga sedang sering ditayangkan. Lama kelamaan gw jadi suka lagu ini
dan untuk seterusnya lagu ini akan terus mengingatkan gw saat
menginap bersama teman-teman SD di puncak.






  1. About A Girl –
    Nirvana



Ini
adalah lagu pertama yang gw bisa saat gw belajar gitar. Gw
dibeliin gitar saat gw sunatan, jadi gitar gw ini semacam hadiah
sunatan dari orangtua gw. Waktu itu kelas 5 SD, gw semangat banget
pas mau belajar gitar sampe gw beli buku khusus yang isinya
tehnik-tehnik belajar gitar yang baik. Tapi pada satu kesempatan, gw
udah males untuk belajar lagi, karena gw bosen, kemampuan gw segitu
gitu aja, gw tau kord tapi gw gak bisa maenin lagu. Dan akhirnya
gitar hadiah itu gw sarungkan dan gak gw maenin kira-kira setahunan.
Sampai pada akhirnya, saat perpisahan dengan teman-teman SD di
puncak, teman-teman gw saat itu sedang gandrung-gandrungnya dengan
Nirvana, terutama karena mereka juga baru aja merilis album
unpluggednya. Jadi saat berada di villa puncak itu, saat sedang
santai teman-teman gw sering membawakan lagu-lagu Nirvana dengan
iringan gitar kopong saja. Dan salah satu lagunya yaitu "About A Girl".
Karena penasaran, gw minta diajarin sama mereka, karena sebelumnya gw
udah sedikit banyak tau kord, jadi gw dengan cepatnya bisa memainkan
lagu ini dengan sempurna. Dan secara resmi,lagu ini adalah lagu
pertama yang bisa gw maenin dengan gitar.










  1. Tonight
    – NKOTB



NKOTB
bisa dibilang sebagai pelopor dari pergerakan boyband yang sekarang
semakin merajalela di industri musik.
Sebagai pionir nama
mereka pasti akan terus dikenang dan kebetulan prestasi mereka juga
hebat. Siapa anak kecil, abg atau remaja di dunia pada periode 90an
yang gak mengenal yang namanya NKOTB? Jordan
Knight dkk langsung menjadi idola baru. Mengapa gw suka NKOTB? Mungkin karena gw suka sama
lagu-lagunya yang sangat easy listening. Lagu hits mereka yang
pertama memang “Step By Step”, tapi gw lebih suka sama lagu
mereka yang berjudul “Tonight” ini. Aransemen musiknya sangat kaya. Diawali dengan gitar bergaya spanyol, lalu diikuti dengan
iringan piano saat verse dan berubah tempo pada saat bridge dan
reffren. Bagian paling gw suka pas interlude yang mengadopsi gaya
musik klasik dengan string section dan suara hapsicord. Gw gak malu
kalau mengakui gw juga suka dengan boyband, terutama NKOTB.




  1. Beautiful Girl –
    Jose Mari Chan



Gw
mendengar lagu ini di rumah gw. Jadi nyokap gw pada saat itu suka
sekali dengan Jose Mari Chan, seorang penyanyi dari Filipina.
Dan
dari lagu-lagu Jose Mari Chan yang sering diputar di rumah gw pada
saat itu, single “Beautiful Girl” yang mengena pada gw. Musiknya
sangat cantik diiringi oleh suara Jose yang begitu lembut. Gw
membayangkan mendengar lagu ini dan menyanyikannya dengan tersenyum
di depan wanita pujaan, pasti membuat dunia terasa lebih indah, hehe…




  1. Obladi Oblada –
    The Beatles



Waktu
gw ikut sanggar Sangrilla, gw banyak mendapat pelajaran berbagai
macam kesenian. Dan
salah satu yang gw pelajari
yaitu bermain piano. Lagu pertama yang gw pelajari saat itu
adalah ”Obladi Oblada." Pada saat gw mulai lancar memainkan
lagu ini, guru gw menyuruh gw ikutan semacam demo musik dari
anak-anak sanggar pada hari minggu yang akan dihadiri juga oleh para
orang-orang tua murid. Tetapi karena gw merasa kurang menguasai dan
juga kurang percaya diri, gw tidak menghadiri demo musik tersebut tanpa
ada pemberitahuan ke guru gw. Gw masih inget kok, guru gw sampai
menelepon ke rumah, tetapi gw menghindar gak mau menjawab, dengan
alasan lagi pergi. Lucu juga kalau inget lagi, gw juga bingung kenapa
gw sampai segitunya menghindar. Pada akhirnya gw sedikit traumatis
pada lagu ini, karena selalu mengingatkan gw pada keadaan itu. Dan
yang lucunya pada awalnya gw gak mengetahui bahwa The Beatles yang
menyanyikan lagu tersebut. Kalau gak salah gw baru mengetahui bahwa
The Beatleslah yang membawakan lagu ini saat gw baru masuk SMA.










  1. Cinta – Vina
    Panduwinata



Vina
Panduwinata adalah penyanyi wanita Indonesia favorit nyokap. Jadi
dari kecil, gw terbiasa mendengar lagu-lagu Vina berkumandang di
rumah gw. Dan diantara lagu-lagu hits dari Vina, lagu "Cinta" yang
paling berkesan. Lagu ini mempunyai progresi yang bagus, melodinya
juga sangat kuat. Aransemennya juga sedikit mengadopsi musik-musik
France Pop dengan dihiasi nada-nada minor ditambah sayup-sayup bunyi
akordeon. Gw memberi kredit yang tinggi terhadap pengarang lagu ini
yaitu Chrisye dan Adjie Soetama. Gw sampai saat ini mengagumi
pengarang-pengarang lagu indonesia era 80an seperti Adjie Soetama,
Candra Darusman, Dian
Pramana Putra dll Karena ditangan mereka musik pop Indonesia mengalami
masa kejayaannya, banyak tercipta lagu-lagu pop berkualitas
yang masih bisa dinikmati sampai sekarang. Dan setelah mereka sudah
tidak produktif lagi, mereka digantikan dengan rombongan Obie Mesakh
dkk yang membawa musik pop Indonesia menuju kehancuran lewat
pop’cengeng’ ala mereka.




  1. Bohong
    – K3S



Lagu
ini mempunyai lirik yang jenaka. Penuturannya sangat lugas, apa
adanya. Ini salah satu karya terbaik dari Dian Pramana Putra dan
Deddy Dhukun. Gw mengenal lagu ini saat masih menonton TVRI. Dulu
setiap hari minggu, ada acara musik yang namanya Album Minggu Kita.
Dan karena menonton acara itu untuk pertama kalinya gw melihat dan mendengar lagu ini. Gw inget
banget, Deddy Dhukun dengan setelan rambut basah dan dikuncir yang
bertahan sampai saat ini, memakai baju gombrong, bawahnya diikat
dengan warna warna shocking, seperti pink terang. Dan Dian Pramana Putra
juga memakai baju tipe sama dengan warna yang berbeda. Pokoknya 80an
akhir banget deh, jaman kemerosotan fashion dunia.
Semakin
norak semakin keren kali ya?hehehe…


bersambung...







about a boy




Ini foto-foto gw dari bayi sampai jamannya smp. Yah untuk sedikit napak tilas saja, bagaimana seorang bayi yang lucu bisa berakhir kayak gw sekarang yang udah gak ada lagi lucu-lucunya, huhuhu...

Let It Die

Rating:★★★★
Category:Music
Genre: Folk
Artist:Feist
Perkenalan gw dengan suara Leslie Feist atau yang lebih dikenal dengan nama Feist, terjadi saat gw mendengarkan lagu “The Build Up milik Kings of Convenience. Di bagian coda lagunya ada suara seorang wanita yang begitu menarik perhatian gw. Suaranya terdengar unik, sexy, penuh muatan emosi yang akan membuat kita terbuai dengan indah. Sesaat itu gw langsung cari tahu, siapa additional vocals di lagu tersebut. Akhirnya gw mengetahui namanya, dia berasal dari Kanada dan dia pernah juga membantu band asal Kanada, Broken Social Scene dan gw juga mengetahui dia baru mengeluarkan debut solo album. Dan tanpa pikir panjang, gw mencari albumnya. Dan sekarang gw ingin membagi sedikit pengalaman gw memasuki dunia seorang wanita bernama Feist lewat album debutnya, Let It Die.

Pada album ini, Feist seperti membagi 2 bagian besar. Yaitu lagu-lagu original dan lagu-lagu cover version. Kalau biasanya seorang artis hanya memuat satu atau dua lagu cover version, tetapi Feist tidak melakukan hal itu, Karena disini dia menyanyikan lagu-lagu cover dari berbagai genre dan artis, mulai dari Ron Sexsmith (“Secret Heart”), Françoise Hardy (“L'amount ne dure pas toujours”), Blossom Dearie (“Now At Last”) sampai Bee Gees (“Inside and Out”). Dan diantara lagu-lagu cover versionnya tersebut, gw paling suka dengan “Inside and Out”nya Bee Gees. Walau lagunya masih terdengar sangat “Bee Gees”, tetapi lagu ini terasa menyegarkan dan menyenangkan ditambah dengan bebunyian ala disko 70an saat referennya. Lagu-lagu originalnya pun tidak kalah bagusnya. Diawali dengan “GateKeeper” sebuah lagu yang singkat tetapi padat. Suara Feist begitu dominan ditengah suara gitar akustik, langsung menghipnotis diri kita ke dalam dunianya. “Mushaboom” sebuah lagu dengan nuansa ceria dan kaya akan instrument dan aransemen yang unik. “Let It Die” terasa begitu tenang namun emosional.

Lagu-lagu pada album ini, cocok sekali didengarkan ditengah kemacetan Jakarta, saat matahari pun beranjak tenggelam. Suara Feist akan membuat kita lupa sejenak akan kepenatan kegiatan kita sebelumnya, dan selanjutnya kita hanya ingin sampai di rumah dan tidur masih dengan iringan suara dari Feist yang begitu menghanyutkan.

Monday, July 11, 2005

lagu itu hidupmu

kmrn lagi iseng-iseng nulis bulletin board di friendster, gw paling suka nih kalo disuruh ngisi beginian, hehe...

NYUPIR MOBIL DI JALAN TOL:
satie by endorphin

NONGKRONG DI PINGGIR PANTAI:
jazz mediterrance by henri salvador

LAGI CURHAT:
also ran by blueboy

BROWSING INTERNET:
such great heights by postal service

MANDI PAGI:
the face I love by astrud gilberto

DI TENGAH KEMACETAN JALAN:
one evening by leslie feist

PENGANTAR TIDUR:
november by azure ray

OLAHRAGA/FITNESS:
im to sexy by right said fred :p

BACA BUKU:
im old fashioned by john coltrane

BELANJA DI SUPERMARKET:
the supermarket i am in by goodnight electric

BERDUA SAMA PASANGAN:
stop, look, listen (to your heart) by marvin gaye
and diana ross

PERJALANAN PULANG DARI KERJAAN YANG
MELELAHKAN:
northern sky by nick drake

MENGGELAR PESTA KECIL DI RUMAH:
too young by phoenix

MELAMAR/DILAMAR PASANGAN:
this guy in love with you by burt bacharach

MENCARI PARKIRAN DI CITOS MALAM MINGGU:
(this is) the dream of evan and chan by dntel

NAIK BIS/KERETA KE LUAR KOTA:
be strong now by james iha

MAKAN MALAM ROMANTIS DENGAN
PASANGAN:
the waltz by siljie nergaard

MAKAN MALAM DENGAN (CALON) MERTUA:
why do you love me by koes plus

JALAN2 DI LEGIAN BALI:
samalona by imanez

DIPIJAT/METODE RELAKSASI LAINNYA:
walkin after midnight by oatsy cline

LEMBUR SENDIRIAN DI TEMPAT KERJA:
step into my office baby by belle and sebastian

BERGADANG DI RUMAH:
they by jem

PATAH HATI:
bus by radio dept

KANGEN DENGAN SESEORANG:
wouldnt it be nice by the beach boys

JATUH CINTA:
la vie en rose by louis armstrong

STRESS:
run, run, run by the velvet underground

MENGUNDANG BOS MAKAN MALAM DI
RUMAH:
here, there and everywhere by the beatles

BERES2 KAMAR/RUMAH:
misread by kings of convenience

MENCUCI BAJU/MOBIL:
girl by beck

LARI PAGI:
best ballroom by spearmint

PRESENTASI:
springthe four seasons (allegro) by vivaldi

MEDITASI:
people eating fruit by manitoba

RESEPSI PERNIKAHAN:
weve only just begun by the carpenters

BERADA DI TEMPAT ASING:
apakah aku berada di mars atau mereka mengundang
orang mars? by the upstairs

NAIK SEPEDA DI PEGUNUNGAN:
new slang by the shins

MENGKHAYAL:
ce matin-la by air