Monday, July 25, 2005

songs diary part II

13. Don’t Look Back In Anger – Oasis


Lagu ini adalah lagu Oasis pertama yang gw kenal. Gw melihat videoklipnya di tv dan langsung jatuh cinta. Gak berapa lama gw beli kasetnya. Dulu majalah-majalah remaja suka memberikan teks lagu yang sedang hits beserta kord gitarnya. Hal ini menjadi berkah bagi gw, yang kebetulan pada saat itu baru belajar gitar dan belum tahu caranya mencari kord lagu yang cepat dan benar. Jadi tiap kali nongkrong sama teman-teman gw biasa nyanyiin lagu ini juga. Mengenai Oasis, dulu gw ga tau yang nyanyi di Oasis itu sebenernya adalah Liam, karena di lagu ini kan si Noel yang nyanyi.


 


 14. Love Song – The Cure


Suatu hari tetangga gw memberi sebuah kaset yang sebenarnya oleh-oleh dari bokapnya yang waktu itu pulang dari Amerika. Tetangga gw itu gak suka sama kaset itu, dan dirumahnya kaset itu berada di tumpukan barang-barang tak berguna, penuh debu dan tidak terawat. Gak tau kenapa, tetangga gw itu tiba-tiba memberikan kaset itu ke gw, karena menurut dia, gw bakal suka. Kaset itu berjudul Disintegration dari grup bernama The Cure. Jujur saja pada saat itu gw tahu The Cure hanya singlenya saja yang Friday I’m In Love. Itu pun gw hanya dengar selintas lalu. Tapi namanya pemberian, gw menerimanya dengan suka hati. Setelah gw dengar kaset itu, gw jatuh cinta pada grup ini. Album itu begitu gelap dan misterius. Soundnya gak kayak band-band eropa yang pada saat itu gw denger. Dan salah satu lagu yang pertama kali menarik telinga gw yaitu Love Song. Suara keyboard di lagu itu membuat lagunya menjadi dingin, misterius tetapi tetap terdengar indah terutama karena lirik yang dibuat oleh Robert Smith. Versi terbaru dari lagu ini yang dibawakan oleh 311, gw malah kurang suka, karena terasa ada sesuau yang hilang di lagu itu, entah apa.


 


15. Close To Heaven – Color Me Badd


Color Me Badd itu bisa dibilang sebagai grup vocal atau boyband ya? Pada periode awal 90an, media tidak mempermasalahkan hal itu. Karena jika ada grup baru entah grup itu mau memainkan alat musiknya sendiri atau hanya grup vocal, media tetap menyebutnya sebagai new group.tanpa embel-embel lainnya. Grup ini sangat 90an, dari musik-musiknya atau style yang up to date sekali pada jamannya. Dan Close To Heavenlah yang membawa gw tahu musik dari Color Me Badd. Dulu gw sampai hafal lirik spanyolnya lho yang ada di lagu ini, hehe… Sekarang mereka pada kemana yah? Udah jadi bapak-bapak Amerika pada umumnya kali ya? Yang mengalami obesitas, dan suka nonton acara sport pada hari minggu dengan sekaleng bir di tangan, hahahaha….


 


16. Burung Gereja –Nugie


Gw dulu fans dari Nugie. Trilogi albumnya semuanya gw beli. Dan bisa dibilang Nugielah yang menginspirasi gw pertama kali saat kelas 2 SMP untuk mencipta lagu. Dulu gw bercita-cita keren juga yah suatu saat gw bernyanyi sendirian sambil maen gitar, hehe…Dari semua lagu Nugie, Burung Gereja yang paling gw sukai. Kordnya juga gampang, dan saat itu gw sudah mulai mencari sendiri kord-kord lagu yang ingin gw pelajari. Dari situ, gw mengasah juga kepekaan gw dalam nada. Yah sedikit banyak Nugie secara tidak langsung mengasah kemampuan musikalitas gw juga berarti, hehe..


 


17.Find A Way To My Heart – Phil Collins


Album Phil Collins But Someday menurut gw adalah album Phil Collins yang paling bagus dan yang paling sukses. Banyak lagu-lagu bagus yang menjadi hits disini. Salah satu lagu di album ini yang paling berkesan bagi gw adalah “Find A Way To My Heart” Lagu ini tidak dijadikan single apapun untuk albumnya, tetapi lagu ini berkesan bagi gw karena selalu mengingatkan gw saat gw menonton pertunjukan sulap dari pesulap favorit gw, David Copperfield saat dia datang ke Jakarta. Jadi David saat melakukan aksi-aksi sulapnya entah kenapa banyak menggunakan lagu-lagu dari Phil Collins. David Copperfield selalu bisa membuat dramatisasi yang pas dari lagu-lagu Phil Collins untuk dijadikan tontonan sulap yang menarik. Dan menurut gw, lagu ini termasuk yang paling sukses dalam mempresentasikan kemampuan David Copperfield dalam menghibur penonton dengan aksi sulapnya. Jadi lagu ini dipasang untuk opening saat David memasuki panggung. Intro lagu yang panjang, musik yang menghentak saat reffren, terasa sangat pas karena dapat membuai penonton untuk terbawa dan mulai memasuki dunia ilusi ala David Copperfield.


 


18. That’s Way (You Go Away) – Michael Learns To Rock


MLTR adalah salah satu grup yang gw sukai saat SMP. Grup ini beken sekali di Asia, malah mungkin popularitasnya di Asia melebihi di negaranya sendiri. Gw sempat beli beberapa dari album mereka (guilty pleasure, hahaha..) Dan lagu mereka yang paling gw sukai adalah That’s Why (You Go Away). Gw tambah suka lagu ini disaat gw ke Jogja bersama teman-teman SMP. Pada saat itu gw baru aja membeli album The Best mereka. Jadi sepanjang di bis, gw memutarnya terus sambil merenungi nasib, karena pada saat itu gw masih sendiri, gak ada pacar, sedangkan teman-teman gw saat itu asik sekali bisa karya wisata bareng pacarnya masing-masing ke Jogja, huhuhu…


 


19. Love Games – Level 42


Gw tertarik sama lagu ini, kerana bass linenya yang sangat groovy. Saat gw pertama kali belajar bass saat SMP, gw mencari lagu-lagu yang mempunyai struktur bass line yang tidak biasa dan groovy. Dan keinginan gw itu terlampiaskan pada lagu ini. Sebetulnya lagu ini diperkenalkan ke gw pertama kali oleh guru les bass gw. Dia memainkan bass line dari lagu ini seraya mendengar lagunya dari tape di kelas. Sekejap gw langsung terkesima. Dan pada saat itu gw ingin sekali bisa memainkan lagu ini dengan baik dan benar. Di rumah gw belajar keras sehingga pada periode itu, nyokap gw pasti bosen mendengar Love Game terus menerus, karena seperti halnya orang lagi mengulik lagu, pasti lagunya akan diulang-ulang terus sampai bisa. Dan satu hal yang gw kagumi dari Level 42 bahwa Mark King bisa menyanyikan lagu ini sambil bermain bass! Dia memang seorang vokalis/bassist/songwriter yang hebat. Dia mempunyai suara yang khas, lagu-lagu yang bagus dan permainan bassnya juga patut diacungi jempol.


 


20. Never Forget – Take That


Jika pada periode SD, gw menyukai boyband yang bernama NKOTB, maka pada periode SMP, gw suka sama boyband yang namanya Take That yang berasal dari Inggris. Boyband ini sedikit berbeda dari boyband-boyband lainnya mungkin hingga saat ini. Karena Take That mengarang sendiri semua lagu-lagunya. Sebenarnya yang mengarang hanya satu orang, yaitu Gary Barlow, tapi personil lainnya juga menonjol dengan ciri khasnya masing-masing. Jebolan Take That yang sekarang paling sukses adalah Robbie Williams. Hal itu diluar dugaan gw, karena gw menduga pastilah Gary Barlow yang akan mempunyai karir solo yang gemilang, secara dia juga yang mengarang semua lagu di Take That, atau bisa dibilang dialah yang membawa ciri Take That. Tetapi nasib berkata lain, dan sekarang terbukti memang bakat saja tidak cukup untuk berkarir di industri musik, melainkan kita harus mempunyai faktor lain seperti image yang kuat (yang jelas hal ini dimiliki oleh Robbie yang dulu terkenal sebagai bad boy dalam grupnya) dan juga peruntungan yang kuat, hehe…”Never Forget” bisa dibilang adalah lagu perpisahan mereka, karena lagu ini dijadikan single pada album the best mereka yang juga bisa dibilang album terakhir mereka. Gw suka sekali bagian choir anak-anak pada awal lagunya. Dan lagu ini selalu mengingatkan gw pada pengalaman pertama gw menonton konser musik grup mancanegara, yaitu saat gw menonton Take That pada tahun 1996


 


21. Basket Case – Green Day


Para penjaga studio musik pada tahun 1994-1995 pasti akan bosan mendengar lagu Basket Case dimainkan oleh banyak dari abg-abg yang baru membentuk band. Dan percaya atau tidak, gw juga termasuk dalam abg-abg tersebut, hehe…Progresi kord yang mudah, lagu yang penuh semangat, dan popularitas Green Day pada jaman itu, merupakan faktor-faktor yang mendukung mengapa lagu ini sangat digemari oleh anak-anak yang baru ngeband. Lagu ini biasa bersanding dengan lagu “Creep” dari Radiohead atau juga “I Will Survive” dari Cake sebagai playlist utama abg-abg pada jaman itu jika sedang latihan musik di studio.


 


22. Kosong – Pure Saturday


Sebenarnya impresi gw pertama kali agak buruk terhadap lagu ini. Jadi saat gw masih duduk di kelas 3 SMP, gw baru saja bergabung sama suatu band dan gak berapa lama kemudian, gw sama teman-teman gw mengikuti suatu audisi untuk acara pensi suatu SMA di jakarta barat. Pada jaman itu lagu “Kosong” dari Pure Saturday ini sangat terkenal di kalangan anak-anak muda. Dan setelah berunding, kami memutuskan untuk memainkan lagu ini pada audisi pertama kali yang akan kami lakukan. Namanya juga baru ngeband, kami sama sekali gak memperhatikan faktor-faktor lain diluar main yang rapi. Kita dengan ‘pede’nya masuk ke studio dengan penuh keyakinan, tetapi faktor lain itu yang akhirnya menggagalkan kami. Karena Pure Saturday bermain dengan tiga gitar maka kami juga ingin bermain dengan tiga gitar juga, tetapi masalahnya gitar yang satunya ternyata tidak terstem dengan baik. Saat gitaris gw disuruh nyetem, dia malah gugup sehingga suaranya bukan malah bertambah baik malah semakin hancur. Panitianya juga menyebalkan, karena kita dikasih waktu sangat mepet, sehingga karena kelamaan nyetem, waktu kami terpotong dan akibatnya lagunya juga belum kelar kami disuruh selesai dengan sedikit terpaksa. Balik lagi ke lagu “Kosong”, diluar cerita tadi, gw sebenarnya sangat suka sama lagu ini, intro lagu yang catchy, lirik yang dalam dan melodi yang sangat mudah diingat membuat gw selalu jatuh cinta untuk kesekian kalinya setiap kali mendengarnya.


 


23. Kau – Netral


Lagu ini terdapat pada album Netral yang berjudul Album Minggu Ini. Kalau gak salah ini adalah album terakhir Miten sebagai gitaris Netral. Setelah Miten keluar, gw merasa ada perubahan yang cukup signifkan dalam musik Netral. Lagu “Kau” ini adalah lagu yang cukup berbeda bila dibandingkan lagu-lagu Netral lainnya. Diawali dengan melodi gitar yang cukup catchy dan suara drum seperti bebunyian loop drum elektronik.  Sepertinya Bimo pada saat itu mau bereksperimen dengan sound-sound seperti itu. Dulu saat gw mendengarkan album ini, gw berpikiran bahwa lagu ini pasti akan menjadi single kedua setelah “Pucat, Pedih, Serang”. Tetapi sepertinya penjualan album ini kurang begitu baik atau entah promosi dari pihak label juga kurang, maka lagu ini terbuang begitu saja dari jejeran single-single hits dari Netral. Sayang sekali…


 


24. Hilang – Rumah Sakit


Rumah Sakit salah satu pionir dalam pergerakan musik underground di Jakarta. Mereka selalu ada sebagai headline utama pada setiap pagelaran acara-acara underground (indies)  dari M Club sampai Poster Café circa 1994-1999. Dan pada akhirnya mereka mengeluarkan album pertama mereka dengan single hitsnya yang berjudul “Hilang”. Lagu ini bisa dibilang sebagai anthem anak-anak indies pada era kejayaan Poster Café. Saat intro lagu ini dimainkan, karuan saja, anak-anak remaja berambut belah pinggir dan berjambang panjang, memakai kaus ketat dan tas disamping pada menari ala Ian Brown. Tarian massal ini dipimpin langsung oleh Andri Lemes, vokalis dari Rumah Sakit diikuti dengan koor panjang dari mereka. Gw dulu menjadi saksi bagaimana Rumah Sakit pada era itu sangat digilai oleh anak-anak Indies, dan lagu “Hilang” ini (dan juga lagu-lagu hits lainnya dari Rumah Sakit) juga selalu dimaninkan oleh band-band baru yang terus bermunculan pada kejayaan Poster Cafe.


 


25. Runaway Train – Soul Asylum


Gw mengenal Soul Asylum saat SMP, single mereka yang “Misery” sukses dimana mana. Tapi ada satu lagu mereka yang gw pribadi lebih suka, yaitu “Runaway Train” ini. Gw mendengar di kaset kompilasi lagu-lagu hits pada masa itu dan didalamnya ada lagu ini. Lagu ini mempunyai struktur yang mengalun dengan santai, gak ada kejutan-kejutan pada lagunya, dan pada saat itu gw membayangkan lagu ini cocok sekali didengarkan saat perjalanan luar kota di sore hari pada pinggiran kota di Amerika, jalan yang lurus dan sepi, keadaan agak sedikit gersang, kaca dibuka, angin berhembus kering tetapi sejuk.


 


akhir dari periode 1987-1997


bersambung...


 


 


 

2 comments:

  1. 20. Never Forget – Take That

    Jika pada periode SD, gw menyukai boyband yang bernama NKOTB, maka pada periode SMP, gw suka sama boyband yang namanya Take That yang berasal dari Inggris. Boyband ini sedikit berbeda dari boyband-boyband lainnya mungkin hingga saat ini. Karena Take That mengarang sendiri semua lagu-lagunya. Sebenarnya yang mengarang hanya satu orang, yaitu Gary Barlow, tapi personil lainnya juga menonjol dengan ciri khasnya masing-masing. Jebolan Take That yang sekarang paling sukses adalah Robbie Williams. Hal itu diluar dugaan gw, karena gw menduga pastilah Gary Barlow yang akan mempunyai karir solo yang gemilang, secara dia juga yang mengarang semua lagu di Take That, atau bisa dibilang dialah yang membawa ciri Take That. Tetapi nasib berkata lain, dan sekarang terbukti memang bakat saja tidak cukup untuk berkarir di industri musik, melainkan kita harus mempunyai faktor lain seperti image yang kuat (yang jelas hal ini dimiliki oleh Robbie yang dulu terkenal sebagai bad boy dalam grupnya) dan juga peruntungan yang kuat, hehe…”Never Forget” bisa dibilang adalah lagu perpisahan mereka, karena lagu ini dijadikan single pada album the best mereka yang juga bisa dibilang album terakhir mereka. Gw suka sekali bagian choir anak-anak pada awal lagunya. Dan lagu ini selalu mengingatkan gw pada pengalaman pertama gw menonton konser musik grup mancanegara, yaitu saat gw menonton Take That pada tahun 1996

    --> Lagu ini bukan singel pertama dari The Best mereka. Lagu ini singel dari album terakhir mereka. Judulnya gue lupa. Yang singel dari The Best itu How Deep Is Your Lovenya Beegees. Hayo...

    ReplyDelete
  2. oh iya lix..gw lupa. hehe...situ juga suka nih tampaknya sama take that, hehe...

    ReplyDelete