Tuesday, September 20, 2005

Sebuah cerita dari weekend kemarin

Weekend kemarin, setelah hampir 4 bulan vakum, Ballads of The Cliché akhirnya manggung kembali. Dalam waktu 4 bulan ini, banyak peristiwa penting yang mewarnai kehidupan Ballads of The Cliché. Dari mulai Bobby yang pada akhirnya menyelesaikan kuliahnya di FIKOM Unpad, dan pada kelanjutannya mendapat kerjaan di O Channel, lalu disusul oleh Erick yang juga lulus dari TI Trisakti dan sekarang lagi sibuk mencari jodoh sebelum dijodohkan oleh orang tuanya dengan paribannya, hehe..Dan itu dari sisi bahagianya, kalau dari sisi yang agak menyedihkan, Felix sang manager kita tercinta telah membujang kembali setelah kurang lebih 3 tahun menjalin cinta dengan kekasihnya. Lalu disusul oleh Ferry yang juga baru putus. Sisanya yaitu Wawan, dia semakin asyik dengan dunia barunya yaitu bekerja di taman kanak-kanak. Sedangkan gw akhirnya menjadi satu-satunya personil yang masih kuliah, dan sekarang gw sedang mempersiapkan skripsi dan mudah-mudahan tahun depan gw bisa bergabung dengan teman-teman gw itu dalam klub sarjana, hehehe….


 


Anyway, manggung kemaren lumayan sukses, walau latihan kurang, tapi rasanya menyenangkan, seperti melepaskan rindu yang telah menghebat. Panggung pertama kami di pensi SMU 78 di Plaza Barat Senayan. Walau panitianya kacau dan acaranya tidak begitu ramai, karena bentrok dengan pensi Al Izhar yang diselenggarakan di Tennis Indoor yang persis bersebelahan dengan Plaza Barat Senayan, tapi secara keseluruhan cukup membahagiakan bagi gw. Melihat ada sebagian penonton yang menyanyikan lagu kami ditengah-tengah venue yang tidak begitu ramai sudah sangat membahagiakan, dan hal itu sudah membuat gw lupa akan kekesalan gw yang disebabkan ketidakberesan kerja panitia, hehe…Dan juga gw senang aja bisa bermain di almamater gw, tapi sayang juga sih, penyelenggaraannya sudah bukan di sekolah lagi. Jadi kurang berasa aja nuansa 78nya.


 


Manggung kedua, pada hari minggu, di acara Eureka, bertempat di Parc. Acara ini adalah bikinan teman-teman, dan tujuannya juga untuk reunian. Dan misi acaranya dirasa sangatlah pas dengan keadaan Ballads yang sudah sekian lama tidak manggung. Kami manggung sebelum D’zeek yang bermain terakhir. Sebelumnya, Wawan telah manggung, karena membantu bermain gitar untuk band barunya Acil, bernama Hazel. Disini Wawan untuk pertama kalinya bermain dalam sebuah band shoegaze. Dan sampai detik-detik menjelang Ballads manggung, Zennis, additional saxophone kami, belum datang ke lokasi, karena dia harus bermain di acara lainnya bersama bandnya. Sedikit panik memang, tapi di Ballads kepanikan sudah menjadi hal yang biasa sebelum manggung. Hehe..Yah manggung di Parc, selalu menyenangkan, apalagi kemaren ditonton oleh teman-teman juga. Acara Eurekanya sendiri tidak begitu ramai di awal, mungkin sebagian tersedot oleh pernikahan Dita dan Iyub, tetapi menjelang malam, orang mulai banyak berdatangan, dengan banyak yang masih menggunakan kostum kondangan, hahaha…


 


Sebelum balik ke rumah, Felix memberitahu sebuah kabar gembira yang membuat kami semua tersenyum malam itu, dan perjalanan melepaskan rindu weekend kemaren ditutup dengan manis.

Monday, September 5, 2005

Happy Birthday To Me : Future

Tepat hari ini tanggal 6 September 2005, gw merayakan ulang tahun gw yang ke 23. Hampir seperempat abad gw hidup di dunia ini. Semakin usia bertambah, ulang tahun bagi gw bukan lagi perayaan senang-senang, dapat hadiah dari orang tua dan berbagai macam kesenangan lainnya. Semakin kesini, gw semakin takut akan namanya ulang tahun. Itu sudah jadi semacam pertanda bahwa hidup kita semakin mendekati akhir di dunia ini. Dan sebelum hidup kita ‘diberhentikan dengan hormat’ oleh Yang Maha Kuasa, setidaknya kita telah melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi kita sendiri atau bagi orang lain atau setidaknya juga kita telah melakukan pencapaian-pencapaian tertentu dalam hidup kita. Ada 2 pertanyaan mendasar pada setiap ulang tahun gw dalam beberapa tahun ini. Apa yang telah gw lakukan sampai pada usia ini? Dan apa yang masih ingin gw gapai pada dan setelah usia ini?


Sebenarnya sebagai manusia yang selalu tidak pernah puas, dipikiran gw selalu dipenuhi oleh mimpi-mimpi atau keinginan-keinginan yang rasanya ingin semua gw lakukan. Padahal kalau dipikir hal-hal yang terjadi sama gw sekarang secara gak sadar adalah sesuatu yang dulu gw impikan. Misalnya dulu waktu pertama kali ngeband serius pas SMA, rasanya pengen bisa buat lagu sendiri trus dimainin di hadapan orang banyak. Lalu setelah keinginan itu terjadi yaitu setelah mempunyai lagu sendiri, keinginan gw berkembang lagi, gw pengen lagu gw masuk radio, biar bisa dinikmati lebih banyak orang lagi, dan lagi-lagi setelah keinginan gw itu tercapai , gw masih tidak puas dan masih memimpikan hal-hal yang lebih tinggi tingkatannya dari yang sebelumnya. Sebenarnya selain sifat dasar manusia yang tidak pernah puas, sifat dasar manusia yang lainnya adalah berkembang. Dari mulai bentuk tubuh, perilaku, pikiran, cita-cita kita semuanya berkembang dari waktu ke waktu. Semua hal bukan berubah hanya berkembang.


Dulu gw bercita-cita ingin menjadi sarjana tehnik, seperti bokap gw, walau saat itu gw sendiri masih belum tahu apa sebenarnya yang dimaksud dengan sarjana tehnik itu dan apa pekerjaan sarjana tehnik itu sebenarnya, hehe…makin gw beranjak dewasa, cita-cita gw lebih berkembang lagi, gw ingin jadi seorang sutradara video klip. Dulu waktu SMA, saat mendengarkan lagu-lagu yang gw suka, gw sering membayangkan adegan-adegan yang terjadi pada lagu tersebut jika dibuatkan video klipnya. Cita cita itu berkembang lagi ke gw, tetapi tetap menjadi orang di belakang layar, tapi kali ini gw ingin bekerja di TV. Seiring waktu, teman-teman gw yang telah lulus kuliah ada yang sudah berkerja di TV, dan setiap kali bertemu, mereka sering sekali menceritakan betapa kerasnya kerja di TV, betapa pekerjaan mereka menyita hampir 24 jam waktu hidupnya dalam sehari. Hal itu membuat gw ragu-ragu akan cita-cita gw kala itu dan sampai detik ini, gw menjadi semakin bingung oleh keinginan diri gw sendiri, mungkin terlalu banyak cita-cita yang menyebabkan kebingungan seperti itu. Karena sejujurnya gw masih belum merasa mantap akan hal apa yang sebenarnya gw inginkan di hidup ini? Gw memilih jurusan sewaktu pertama kali gw kuliah aja udah ngaco. Gw memilih jurusan yang sebenarnya gw gak segitunya tertarik. Gw mengambil jurusan Hubungan Internasional, tanpa pernah berpikir untuk menjadi seorang diplomat, karena keinginan gw sebenarnya adalah komunikasi tapi karena gagal di UMPTN akhirnya gw ‘terjebak’ di dalam jurusan ini sampai sekarang.


Di usia gw yang ke 23 ini, sudah seharusnya gw lebih serius dalam mengambil langkah-langkah penting yang bisa menuntun gw pada apa yang gw inginkan sebenarnya. Teman–teman kuliah gw rata-rata udah pada lulus dan kerja, malah beberapa teman gw ada yang sudah nikah dan punya anak. Hal-hal itu membuktikan di usia segini, kita sudah gak boleh main-main lagi dengan cita-cita kita. Kita harus mantap dengan pilihan-pilihan hidup kita. Teman-teman gw itu sudah memutuskan jalan hidupnya masing-masing, walau mungkin bagi sebagian dari mereka, hidup yang mereka pilih sekarang bukanlah hidup yang mereka betul-betul inginkan. Dan gw juga tidak ingin hal yang nanti akan gw jalani bukan merupakan pilihan hidup gw yang betul-betul gw inginkan dan yang gw sukai. Walau kita gak pernah tahu apa yang akan terjadi nanti pada hidup kita, manusia boleh berencana, Tuhan yang menentukan. Tapi setidaknya kita mempunyai cita-cita yang jelas dan kita tahu apa yang harus kita lakukan untuk mewujudkan mimpi-mimpi kita tersebut. Yah kalau sampai saat ini kita masih belum jelas apa yang harus kita lakukan untuk mewujudkan keinginan-keinginan kita tersebut, paling gak kita bermimpi aja dulu, karena manusia harus punya mimpi untuk bisa menjalani kehidupan yang diinginkannya, seperti judul lagu Beth Orton, Live As Your Dream. Dan pada usia gw yang ke 23 ini, gw masih bermimpi dan akan terus mewujudkan segala mimpi gw tersebut kedepannya.

Happy Birthday To Me : Past


Gw dilahirkan pada pukul 01 lewat 10 menit WIB, pada hari senin pada tanggal 6 September 1982. Hampir 2 tahun dari John Lennon mati ditembak pada tanggal 8 Desember 1980, Dan hampir setahun semenjak bintang film Ronald Reagen diangkat menjadi presiden Amerika Serikat. Dan di tahun kelahiran gw, Italia baru saja memenangkan piala dunia di Spanyol, dan pada tahun itu juga rekaman dalam bentuk CD baru saja resmi beredar di pasaran. Gw dilahirkan di dunia dengan susah payah oleh nyokap tercinta melalui operasi caesar, karena kata dokter-dokter disana, akan terlalu beresiko jika gw dilahirkan normal , karena believe it or not gw mendekam di perut nyokap gw selama 10 bulan (bukan 9 bulan yang normal pada umumnya). Gw juga gak tau kenapa gw bisa segitu betahnya gak keluar keluar dari perut nyokap, hehe...Mungkin gw ingin menunggu bulan September, karena kata Vina Panduwinata, September itu adalah bulan ceria, bayangkan kalau gw dilahirkan normal 9 bulan, berarti gw lahir bulan Agustus, dan di bulan Agustus orang-orang Indonesia sudah terlalu sibuk mengurusi hari kemerdekaan, ntar malah kelahiran gw kurang begitu diperhatikan, heueheue...


Untuk nama, ternyata nyokap gw mendapat wewenang penuh untuk memberikan nama ke gw. Nyokap gw mendapat inspirasi nama gua saat menonton film Kabut Sutra Ungu, dengan Roy Marten sebagai pemeran utamanya, di film itu dia berperan sebagai pilot, dengan nama Dimas Adrianto. Dan pada film itu Dimas Adrianto digambarkan sebagai seorang pilot yang ganteng dan disukai banyak wanita, yah beda2 tipis kayaknya sama keadaan gua, hehehe(pengennya sih begitu).....Dan untungnya nyokap gw gak nyuruh gw jadi pilot. Kalo nama Ario, yang gw ingat dari cerita nyokap diambil dari nama suaminya La Rose, seorang tokoh wanita Indonesia yang juga kalo gak salah seorang penulis. Untungnya pemikiran nyokap gw dulu gak aneh-aneh, kayak Djaduk Ferianto, dia ingin memberi nama anaknya Presiden, dengan alasan keren aja ntar kalo dipanggil di rapat OSIS misalnya, ?Ya sekarang akan kita dengarkan laporan dari bapak Presiden!? Gila kan, kasian banget tuh nasib si anak karena pasti dia bakal sering diejek di sekolahnya, dan pasti akan sering menjadi bulan bulanan orang..Yah gw cukup bersyukur deh nyokap gw memberi nama Dimas, walaupun setiap jenjang pendidikan yang gw tempuh, pasti ada temen2 yang namanya Dimas. Dan biasanya lebih dari 1, dan karena itu juga gw pasti mendapat banyak sekali nama panggilan dan nama panggilan itu berbeda beda pada setiap jenjang pendidikan yang udah gw tempuh. Tapi nama Dimas lebih manusiawi kan bila dibandingkan dengan Presiden? Hehe....


Anyway ada fakta menarik lagi, bahwa ternyata saat gw lahir, gw adalah bayi dengan ukuran badan dan berat yang paling besar diantara bayi2 yg pernah lahir disitu. Berat gw 4,75 dan panjang gw 55 cm. Lalu otomatis pihak rumah bersalin gua (yaitu RSB Hermina) memajang foto gua di papan pengumuman dengan data gw. Lumayan numpang beken dikit..hehe...Dan masih diseputar kelahiran gw, bokap gw cerita, dia sempet kaget pas ngeliat keadaan gw baru lahir, karena rambut gw gondrong banget terus mata gw melek sebelah..Bokap gw sempet ketakutan, dia sangka anaknya cacat, tapi ternyata kata dokter2 disana itu sebagai reaksi alamiah biasa. Yah itulah sekelumit dari kisah-kisah kecil di balik kelahiran gw di dunia ini. Sekedar nampak tilas pada perayaan ulang tahun gw yang ke 23. Selamat ulang tahun untuk gw sendiri :P


 


Catatan : Gambar di atas adalah hasil scan berita keluarga dari koran Kompas, gak berapa lama setelah gw lahir. Gw salut nyokap gw masih nyimpen aja, hehe..