Thursday, September 14, 2006

Terlalu pagi untuk menunggu

Karena saya menebeng ayah saya yang berangkat kerja pagi ini, akhirnya saya sampai di daerah tujuan terlalu pagi dan terpaksa harus menunggu untuk bisa menjalankan dua agenda saya di hari ini. Tadi saya berangkat dari rumah jam 6 pagi. Sampai di daerah tujuan jam 7 pagi. Kebetulan kedua agenda yang akan saya jalankan baru bisa dimulai selepas jam 9. Jadi saya harus menunggu kurang lebih 2 jam, sendirian, tidak bawa bacaan, dan tidak bawa pemutar musik. Seharusnya saya bisa menunggu di salah satu toko buku terkemuka di kawasan ini. Tapi apa daya, toko buku tersebut juga belum buka. Jadi kegiatan menunggu saya awali dengan sarapan di sebuah restoran fast food di daerah ini. Setelah sarapan selesai, saya tidak tahu lagi apa yang harus saya lakukan. Untungnya samar-samar saya melihat sebuah plang dengan akhiran Net dibelakangnya. Tanpa pikir panjang, saya bergegas menuju tempat yang mempunyai plang dengan akhiran Net tersebut. Dan sampailah saya disini. Menulis sesuatu yang tidak penting demi membunuh waktu yang berjalan.

9 comments:

  1. kadang memperhatikan orang yang lalu lalang cukup bisa membantu untuk membunuh waktu. lalu bikin cerita sendiri, kenapa mereka tampak begini hari ini, apa yang terjadi tadi malam, kira-kira dengan siapa saja mereka akan bertemu hari ini, dan seterusnya. hehe..

    ReplyDelete
  2. gue juga sering tuh. kalo mau pulang ke Jakarta dari Bandung, tapi jadwal kereta masih berapa jam lagi. akhirnya gue ke BIP dulu, trus ke warnet depannya. daripada di stasiun nunggu lama. kayanya warnet emang cukup lumayan buat membunuh waktu :)

    ReplyDelete
  3. Pasti McD di Sarinah. Terus, pengen ke QB yang ada closing sale? *Sok tau*

    ReplyDelete
  4. Wah, iya, 70%. Ayuk, ayuk, pada datang!

    ReplyDelete
  5. iya sih memperhatikan orang lalu lalang tampak menyenangkan..tapi tadi pagi sejauh mata memandang yang saya lihat hanya deretan mobil-mobil yang semrawut saling berebutan jalan

    eh tp ide cerita mengenai orang yang lalu lalang dan kisah2 pribadi mereka boleh juga tuh utk dibikin film pendek..hehe..

    ReplyDelete
  6. harusnya di stasiun bandung dibikin warnet yah..pasti laku

    ReplyDelete
  7. mcdnya udh bener tp bukan di sarinah...oh iya gw belum sempet ke qb lagi..huhu..sampe kapan sih tuh? hrs balik jkt lagi nih..hehe

    ReplyDelete
  8. wah, ini akan membutuhkan percakapan yang lebih intens nih, haha...

    ReplyDelete
  9. Dim.
    gue ga ada pulsa...
    nanti sore gue ke bumi sangkuriang kayaknya, ketemu disana ya

    ReplyDelete