Monday, November 2, 2009

Membuat Blog Baru

Sudah lama rasanya saya tidak menulis di kolom blog Multiply ini. Menulis disini dalam arti benar-benar menulis dan bercerita mengenai sesuatu hal yang saya pikirkan dan yang ingin saya sampaikan. Akhir-akhir ini, kolom blog Multiply saya biasanya hanya berisi tautan dari mix lagu yang saya buat ataupun berisi tulisan semi iklan dari pekerjaan saya. hehe..

Sebenarnya itu gak kenapa-kenapa juga sih. Wong ini blog pribadi, yah bebas saja mau menampilkan apa. Mau menampilkan berbagai macam tema, dari yang serius sampe guyonan juga bebas-bebas saja.

Tapi rasanya semakin kesini, saya jadi berpikir untuk lebih menyempitkan tema dari blog saya. istilahnya saya tertarik untuk membuat blog niche (blog dengan topik yang khusus). Alasan dasarnya sih agar lebih fokus saja. Dan secara tidak langsung juga semakin menantang saya untuk terus menulis dan mengupdate blog. hehe..

Walaupun jika diperhatikan, blog saya di Multiply ini sebagian besar isinya bertema musik. Tapi tetap saja, tema musik itu kadang muncul, kadang tidak. Tergantung mood saya juga. Mungkin akan berbeda jika saya memiliki blog khusus musik yang mau tidak mau membuat saya untuk terus menulis mengenai musik.

Oleh karena itu, bertepatan dengan hari blogger nasional pada tanggal 27 Oktober kemarin, saya membuat sebuah blog baru. Yah memang dipas-pasin buat blognya tanggal segitu. Mungkin lebih seperti momen yang tepat saja.

Blog baru saya ini adalah blog niche yang kebetulan mengambil tema berupa foto-foto harian yang saya ambil di jalanan. Bukan tema yang baru sebenarnya. Blog Nicetry sudah melakukan hal ini dan foto-fotonya sangat menarik dan ajaib-ajaib. Nicetray semakin kaya isinya karena juga partisipasi pembaca yang mengirimkan foto-foto aneh bin ajaib tersebut.

Adapun alasan saya membuat blog baru ini selain ingin membuat blog dengan tema khusus, juga karena sudah banyak foto-foto di ponsel saya yang tertumpuk begitu saja, tanpa tahu harus diapakan. Maka dari itu, blog baru saya ini menjadi medium yang tepat untuk foto-foto tersebut. Dan juga melalui blog ini, saya bisa bebas mengomentari dari apa yang saya lihat.

Oh iya, sebelum ini, bisa dikatakan saya juga 'memiliki' blog niche. Blog ini sebenarnya bukan milik saya. Saya hanya dihire untuk membuat serta terus mengupdate blog tersebut. Blog ini sebenarnya milik sebuah perusahaan yang bergerak di bidang produksi dengan spesialisasinya melalui teknologi laser.

Jadi apa yang saya tulis pada blog tersebut, berkisar mengenai hal-hal apa saja yang berkaitan dan tentunya yang dikerjakan oleh perusahaan tersebut. Untungnya apa yang dikerjakan dengan oleh mereka, masih dekat dengan dunia kreatif, seperti pengerjaan karya seni dari para desainer dan seniman atau memproduksi berbagai produk dengan desain-desain yang unik. Jadi karena itu, proses menulis untuk blog ini juga masih menyenangkan. Dan di blog ini mau tidak mau saya harus terus mengisinya. Karena jika tidak, nanti saya tidak mendapat gaji di akhir bulan. haha

Yang perlu dikhawatirkan adalah blog baru saya ini. Karena mau tidak diupdate maupun terus diupdate, saya tidak akan mendapatkan bayaran apapun. Jadi cukup riskan blog ini ditelantarkan suatu hari nanti. Walau begitu, bayaran yang saya dapat dengan menulis blog ini adalah kepuasan batin yang menurut saya nilainya melebihi nilai uang berapapun itu. *idealis mode on*

Mudah-mudahan blog baru ini masih dapat saya urus nantinya. Dan mudah-mudahan dengan blog ini, saya bisa memulai untuk membuat blog-blog niche lainnya. hehe..Walaupun untuk hal ini, rasanya terlalu mengada-mengada. Sehari waktu masih 24 jam, 6 jam sendiri dihabiskan untuk tidur. Jadi sisanya itu yang bisa dihabiskan untuk menulis blog. Belum lagi pekerjaan yang begitu menyita waktu. Jadi memang perlu keajaiban untuk dapat terus mengurusi beberapa blog sekaligus. :)

Yah, kita lihat saja nanti...

Anyway, ini alamat blog saya yang baru: http://streetsofyourtown.posterous.com/. Nama blognya saya ambil dari lagu The Go-Betweens.

Dan untuk blog perusahaan yang saya urus beberapa bulan belakangan ini, berikut alamatnya http://iroiro78.blogspot.com/ Perusahaannya bernama Gusto Sign.

Silahkan berkunjung, silahkan memberi komentar jika sempat.

Selamat membaca! :D

*PS: walaupun kini saya mempunyai area bermain yang baru, namun tetap saja saya masih merasa bahwa Multiply ini adalah rumah saya. Jadi biarkanlah Multiply ini menjadi 'tempat sampah' dari berbagai macam hal yang saya pikirkan dan alami, apapun itu bentuknya.

Wednesday, October 7, 2009

Random Snapshot from Central Java

Minggu lalu saya melakukan perjalanan singkat ke Jawa Tengah. Ini adalah beberapa cuplikan gambar dari perjalanan tersebut.


Tuesday, September 29, 2009

Still Loving Youth Edisi Dua: Types Are Fun

Setelah tiga bulan berlalu, terbitan Still Loving Youth kini hadir dalam edisi keduanya. Dalam edisi ini, kami tampil dalam format, tema serta kolaborator yang berbeda dari edisi pertama kami.

Edisi kedua ini dibagi menjadi tiga bagian yang berkesinambungan yang masing-masing bagiannya terdiri dari beragam sajian yang kesemuanya bermuara pada tema besar kami kali ini yang bertajuk Types Are Fun.

Dalam edisi ini, kami mencoba untuk bermain-main dengan alfabet dan ilmu tipografi yang terkadang bagi para desainer sering diabaikan walaupun notabene tipografi adalah salah satu elemen desain yang tidak dapat dihindari. Terlebih bagi sebagian orang yang hidup di luar dunia desain, kata tipografi mungkin terdengar asing atau berat.


Karena itu kami mencoba untuk ‘memprovokasi’ banyak orang untuk lebih memperhatikan, mengenal untuk kemudian bisa mencintai dunia tipografi melalui beragam tulisan, foto maupun artikel-artikel ringan lainnya buah karya para kolaborator kami yang kali ini terdiri dari berbagai desainer, sekolah dan juga beragam komunitas seni dan pendidikan.

Pada sekolah - yang terdiri dari pra sekolah dan juga taman kanak-kanak - kami membiarkan para murid berkreasi dalam membuat ulang huruf-huruf karya para perancang huruf lokal. Kreasi anak-anak murid tersebut berbagai macam bentuknya. Mulai dari berkreasi dengan cat, manik-manik hingga rugos. Selain menampilkan kreasi anak-anak dalam mendeskontruksikan huruf yang telah ada, kami juga menyajikan beberapa tulisan yang masih berkaitan dengan dunia anak-anak khususnya dalam proses anak-anak mengenali bentuk huruf.

Sementara itu pada beberapa komunitas, kami meminta mereka untuk membuat susunan huruf kreasi mereka sendiri yang sesuai dengan apa yang menjadi ciri dari komunitas itu sendiri. Seperti pada komunitas rajut dan origami dari Tobucil, Bandung yang membuat susunan huruf dari rajutan benang-benang dan juga kertas-kertas origami. Sedangkan pada Brick Club Indonesia, mereka membuat miniatur kota berikut huruf-huruf yang tersebar di dalamnya yang kesemuanya dibuat dari mainan brick (Lego).

Selain berkreasi dalam membuat susunan huruf, pada bagian lain dari terbitan ini, kami meminta lima fotografer di lima kota yang berbeda di Indonesia untuk mendokumentasikan tipografi jalanan yang khas dan unik sekaligus yang dapat mencerminkan kondisi kota yang mereka tinggali dalam bentuk rangkaian essai foto.

Pada akhirnya, semua yang dilakukan oleh para kerabat kami yang berkontribusi pada terbitan Still Loving Youth edisi dua ini secara tidak langsung menjadikan huruf dan ilmu tipografi terasa mengasyikkan, ringan dan dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat.

Dengan edisi ini kami pun tidak ragu untuk mendeklarasikan bahwa huruf dan tipografi mulai kini mempunyai arti lain: menyenangkan.


Still Loving Youth edisi dua: Types Are Fun. Dengan tiga bagian terpisah yang disatukan ke dalam satu box folder. Dicetak terbatas hanya 1000 eksemplar, dinomori oleh tulisan tangan.



Bisa didapatkan di toko buku terdekat di kota Anda mulai minggu ini.
untuk info lebih lanjut silahkan menulis surat elektronik ke alamat: info@scandalonline.com

Wednesday, September 9, 2009

Sneak Peak and Behind the Scene of Still Loving Youth Second Edition




Still Loving Youth second edition divided into three inter-connected parts, diverse features, together under our wider theme of TYPES ARE FUN.

Photobucket

We've tried to play with the aphabet and the art of typography which may sound foreign, complicated but unavoidable.

With this edition, we ‘provoke’ people to pay more attention, introduce, then fall in love with the world of typography trough writing, photos & light articles.

Thursday, September 3, 2009

Antara Rapat Kerja dan Gempa




Hari Rabu hingga Kamis kemarin, saya dan teman-teman satu divisi kantor di s.c.a.n.d.a.l mengadakan rapat kerja di Maribaya, Lembang. Karena agenda kerja selanjutnya sangat padat, raker ini terpaksa berlangsung singkat.

Cukup disayangkan juga sebenarnya kami hanya bisa mengadakan rapat kerja dalam waktu semalam. Pertama, agenda rapatnya juga lumayan padat. Kedua, tempat kami menginap di villa Bougenville ini suasananya sangat nyaman dengan areal yang luas yang tidak mungkin untuk bisa ditelusuri dan dinikmati hanya dalam waktu kurang dari dua hari saja.

Jadinya, waktu berjalan-jalan kami semua hanya tersedia ketika pertama kali tiba di villa ini. Kami baru sampai di villa sekitar pukul 3 sore. Setelah beres-beres, kami memutuskan untuk mengelilingi areal villa dengan jalan setapak dan rute yang rasanya cocok untuk rute perjalanan jurit malam acara kampus. hehe..

Di tengah perjalanan kami mengelilingi villa, terjadilah bencana gempa bumi 7, 3 skala richter yang menghebohkan. Saat itu kami semua sedang berada di dekat kolam ikan dan taman burung. Beberapa detik sebelum terjadi gempa, beberapa dari kami ada yang menyadari burung-burung dan ikan-ikan di kolam tampak gelisah. Burung-burung berkicau dengan keras dan ikan-ikan berlompatan ke satu arah. Jadi benar adanya sense hewan terhadap bencana jauh lebih peka dibandingkan manusia bahkan dengan Mama Lauren sekalipun. hehe..

Pada detik-detik kami menyadari terjadi gempa, kata pertama yang kami teriakkan selain kata gempa adalah: tweet! Ya, kami akui beberapa dari kami mempunyai adiksi terhadap twitter, termasuk saya. hehe...Namun sayangnya, ketika kejadian, tidak ada satupun dari kami yang berhasil mengakses twitter melalui hp masing-masing. Boro-boro mau online dari hp, menelepon saja susah saat itu.

Tidak berapa lama dari kejadian, kami langsung kembali ke cottage yang kami sewa masih dengan perasaan sedikit shock. Oh iya, di villa Bougenville ini terdiri dari beberapa cottage yang masing-masingnya mempunyai ukuran ruangan dan jumlah tempat tidur yang berbeda-beda. Karena kami hanya berenam, kami menyewa cottage yang paling kecil. Nama cottage kami Sissy. Semua cottagenya memang mempunyai nama yang berbeda-beda yang katanya semuanya diambil dari nama anak si pemilik villa.

Akhirnya setelah berbuka dan juga setelah sempat mengalami gempa susulan, rapat kerja s.c.a.n.d.al pun berlangsung sukses hingga subuh. Besok siangnya kami pulang ke Bandung dengan semangat kerja yang baru serta ikatan persaudaraan yang lebih kuat diantara kami berenam. haha (ini akibat efek tertimpa bencana bersama-sama dan juga efek saling mencurahkan isi hati sewaktu rapat kerja. xD )

Kini selain langsung mengerjakan edisi ketiga Still Loving Youth, kami juga tinggal menghitung hari untuk terbitnya Still Loving Youth edisi kedua yang rencananya akan mulai terbit minggu depan *colongan promo xD

Sunday, August 30, 2009

Non-original Soundtrack of Up

Kompilasi ini saya buat sebagai tribute untuk balada percintaan dari Carl and Ellie Fredricksen. Mungkin bagi yang belum menonton film Up, nama tersebut terdengar asing. Carl Fredricksen adalah tokoh utama dari film Up ini. Semua hal yang ia lakukan dalam film ini, berlandaskan atas kecintaannya pada istrinya, Ellie. Jadi tidak salah jika saya menyebut film ini sebagai balada Carl dan Ellie. Saya tidak mau berbicara panjang lebar lagi mengenai cerita film Up. Takutnya malah jadi spoiler bagi yang belum menonton. Lagipula ini bukan resensi film. hehe

Yang pasti, semua lagu dalam album ini saya pilih berdasarkan apa saja yang terjadi dalam film ini. Bisa saya anggap juga kompilasi ini sebagai soundtrack imajiner atau non-original dari film Up. :D

Kebetulan musik film Up tidak menghadirkan berbagai lagu dari berbagai penyanyi, karena film ini hanya menampilkan musik latar atau scoring saja yang diciptakan dengan sangat brilian oleh Michael Giacchino.

Oleh karena itu, saya mencoba untuk seakan-akan menjadi music supervisor film Up dengan memilih berbagai lagu dari berbagai penyanyi untuk mengiringi rangkaian gambar-gambar indah dari film animasi terbaru garapan Pixar ini. Yah itung-itung latihan bagi saya untuk menjadi music supervisor film yang merupakan salah satu pekerjaan impian saya.

Bagi yang sudah menonton film Up, mudah-mudahan kompilasi ini dapat kembali mengingatkan kalian akan manisnya hubungan Carl dan Ellie. Sedangkan bagi yang belum menonton, lebih baik segera pergi ke bioskop terdekat karena Carl dan Ellie Fredricksen sudah menunggumu dari sebulan yang lalu untuk berbagai kisah cinta mereka.

Di bawah ini tracklistnya. Silahkan klik disini untuk mengunduh.

1. Harpers Bizzare - This Is Only The Beginning

2. Twin Connexion - Oh What A Lovely Day

3. Astrud Gilberto - The Face I Love

4. The Carpenters - Because We Are in Love

5. Crosby, Stills, Nash & Young - Our House

6. Midlake - Balloon Maker

7. The Munx - Our Dream

8. Stevie Wonder - Never Dreamed You'd Leave in Summer

9. George Strait - I Cross My Heart

10. Soft Soul Transition - Gotta Move Along

11. Fifth Dimension - Up, Up and Away

12. Bruce Broughton - The Adventure Begins

13. Julius Wechter & The Baja Mari - Flyin' High

14. Yo La Tengo - I'm On My Way

15. The Silver Seas - Hardluck Tom

16. George Harrison - I Live For You

17. Todd Rundgren - A Long Time, A Long Way To Go

18. Erik Satie - Nouvelle Danse

19. My Morning Jacket - Thank You Too

20. Unusual We - Bright Spectrum of Colors

 

Sunday, August 16, 2009

Kado Untuk Indonesia

Sepertinya sejauh ini saya belum pernah membuat mixtape, mix cd atau mix mp3 dengan playlist full Indonesia. Bukannya tidak cinta dengan musik negeri sendiri, namun koleksi musik lokal saya tidak sebanyak koleksi musik luar negeri. Terlebih koleksi mp3 dalam negeri yang saya miliki mungkin hanya berkisar 25 persen saja dari semua koleksi mp3 saya. Hehe..

Namun pagi ini, tepat di hari kemerdekaan Indonesia ke enam puluh empat tahun, saya untuk pertama kalinya mencoba membuat mix dengan playlist semua lagu Indonesia.

Lagu-lagu Indonesia yang saya pilih dalam mix ini terdiri dari musik-musik era 60an sampai 70an yang mungkin belum begitu banyak dari generasi saya yang telah mendengar dan menyukai musik-musik lokal dari era ini.

Pemilihan lagu, penyanyi beserta tracklist saya pilih secara spontan di tengah keadaan saya yang belum tidur karena masih berkutat dengan deadline di kantor. Yah ini jadi semacam pelampiasan saya mencari hiburan di tengah deadline yang melelahkan. Hehe

Pemilihan sampul album pun saya kerjakan seadanya. Gambar sampul diambil dari koleksi foto lama saya yang kebetulan pernah memotret sebuah bendera di kota Jogja sekitar setahun yang lalu.

Untuk pemilihan judul album, saya terinspirasi dari lagu The Beatles “When I’m Sixty-Four” yang memang sesuai dengan umur Indonesia saat ini. Tadinya judul tersebut mau saya bahasakan menjadi bahasa Indonesia. Namun rasanya terdengar ganjil. Atau mungkin saya ini adalah salah satu bukti  generasi Indonesia sekarang yang tampaknya lebih terbiasa menggunakan bahasa asing dibandingkan bahasa ibu sendiri? :)

Yah, tapi apalah artinya nama. Biarpun judulnya bule, namun rasa dan isinya 100 persen lokal. :D

Di bawah ini adalah tracklistnya. Klik disini untuk mengunduh album ini.


Selamat menikmati dan dirgahayu Indonesia!

1. Dara Puspita – Bhaktiku

2. Panbers – Salam Dariku

3. Bob Tutupoly – Bukan Aku Tak Sajang

4. Laily Dimjathy – Si Gondrong

5. Melky Goeslaw – Adikku Sayang

6. Tetty Kadi – Hujan Turun

7. The Friendly Group Aria – Gadis Pudjaanku

8. Mus Mulyadi & Band 4 Nada – Djangan Kau Ragu

9. Home 73 – Hujan

10. Theresia Soema – Senja Yang lalu

11. Koes Plus – Lamunan

12. Ernie Djohan – Usah Kau Goda

13. Lilis Suryani – Sesal Diri

14. Arie Koesmiran – Dr. Deddy

15. Vivi Sumantri & Dudy Iskamdar – Pertemuan Mesra

16. Two faces – Tak Mungkin Ku Kan Pergi

17. Giant Step -  Hay Manusia