Thursday, May 20, 2010

Dijual 6 Anak Anjing Golden Retriever

Anjing saya di rumah kembali melahirkan. Kali ini melahirkan 6 ekor, 3 betina, 3 jantan. 

Semua anak anjingnya telah distambum dan juga divaksin. Jika tertarik, bisa langsung hubungi ibu saya, Maria di nomer 0811 970 350. 

Oh iya, anak anjing berada di BSD, Tangerang. 

Dan ini fotonya. 

Wednesday, March 10, 2010

Video "In the Sun" dari She and Him: Tiga Menit Paling Menggemaskan (sejauh ini) di Tahun 2010




Setelah album vol 1 yang meraih sukses di tahun 2008 lalu, kini duo She and Him yang terdiri dari aktris dan istri ben Gibbard, Zooey Deschanel serta bintang folk M. Ward akan kembali merilis album kedua mereka bertajuk (tentunya) Vol 2 pada tanggal 23 Maret 2010.

Dua lagu dalam vol 2, "In The Sun" serta "Thieves" telah saya putarkan pada beberapa edisi Popcircle yang lalu. Dan kini tibalah saatnya, dimana kita tidak hanya menikmati keindahan audio She and Him saja, namun juga dalam bentuk visual melalui video musik ini.

Ini adalah debut video untuk album Vol 2 yang menampilkan singel " In the Sun"

Photobucket

Dari tema, video ini merupakan paduan dari video "Baby One More Time" dari Britney Spears serta video "1 2 3 4" dari Feist yang disempurnakan oleh kehadiran Zooey Deschanel yang begitu ramah dengan kamera. Ini adalah salah satu keuntungan bagi sebuah grup musik yang beranggotakan seorang aktris. Dan untuk She and Him, keuntungannya berlipat ganda dengan adanya Zooey Deschanel yang kini menjadi pujaan 'wajib' dari para indie boy di seluruh dunia. Salahkan 500 Days of Summer untuk ini.

Pada video ini, Zooey memperlihatkan kemampuannya dalam menari dan bermain Hula Hoop dimana semua itu dilakukannya demi menarik perhatian dari M Ward yang dalam video tersebut sekilas tampak seperti Robert Downey Jr.

Sutradara video ini, Peyton Reed sebelumnya pernah bekerjasama dengan Zooey dalam film arahannya Yes Man. Dan disini, Peyton yang sudah berpengalaman menangani Zooey, benar-benar menguras secara maksimal semua daya tarik Zooey.

Jadi siapkanlah mata, hati dan pikiran kalian untuk menikmati 3 menit paling menggemaskan (sejauh ini) di tahun 2010.

Tuesday, January 5, 2010

Highlights dari Local Band Trivia di Twitter

Semalam di jejaring sosial paling panas saat ini, yaitu Twitter kembali diramaikan oleh hastag lokal yang menarik untuk dilakukan. Lokal disini maksudnya dibuat oleh orang Indonesia.

Bagi yang mempunyai akun Twitter pasti sudah mengetahui kalau sebuah hastag ramai diikuti oleh banyak orang maka hastag tersebut akan menjadi trending topics yang dapat dilihat oleh seluruh pengguna twitter di seluruh dunia.

Hastag semalam #localbandtrivia memang tidak sempat menjadi trending topics. Namun sangat menarik untuk dibaca. Karena pada hastag ini, orang-orang dibebaskan untuk menyebut fakta-fakta mengenai sebuah band lokal (pada kelanjutannya juga fakta dari penyanyi/musisi) baik yang sudah diketahui maupun yang belum diketahui oleh masyarakat.

Jadi semalam, banyak info menarik (atau mungkin rahasia) dari para musisi terkuak dengan gamblang. hehe

Hastag #localbandtrivia pertama kali dicetuskan oleh Aghi Narottama (Ape on the Roof, Lain) yang juga dikenal sebagai pembuat musik latar film.

Awalnya Aghi hanya menuliskan fakta mengenai band The Miskin yang dulu sempat mengusung nama The Monkey Clit, namun ditolak karena terlalu kasar. Fakta ini belum dibawah hastag #localbandtrivia. Masih di bawah hastag sebelumnya yang sempat beredar,  #rejectedbandnames.

Akhirnya Aghi mengusulkan untuk menulis info-info tidak penting namun menarik mengenai band-band lokal di bawah hastag #localbandtrivia. Lalu gaung pun bersambut meriah dan banyak orang 'berkicau' mengenai #localbandtrivia di dunia twitter yang luas namun intim ini.

Banyak jurnalis yang menyumbangkan fakta-fakta mengenai band yang pernah mereka wawancarai. Tidak ketinggalan beberapa teman dari si musisi turut menyumbangkan info menarik dari kerabatnya. Bahkan banyak juga musisinya langsung yang membeberkan fakta yang mungkin banyak orang belum mengetahuinya.

Saya juga turut serta menyumbangkan info-info tidak-penting-namun-menarik ini yang ruang lingkupnya dari band saya sendiri, band kerabat dekat saya hingga band-band yang pernah saya wawancarai.

Berikut ini beberapa petikan dari hastag #localbandnames yang saya salin rekat langsung dari twitter si empunya. Highlights ini hanya beberapa yang saya pribadi anggap menarik. Kalau ada yang mau menambahkan, dipersilahkan. :)

Dan highlights ini dimulai dari info yang saya sumbang:

Cholil dari @EFEKRUMAHKACA dulu selalu merekam lagu-lagu ciptaannya melalui kaset perekam.

Vokalis @cuts_slice, ykha a.k.a @thelalasong dulu anak metal. Dia pernah mempunyai band bernama Metalika

Begitu pun dengan @nouriegita, gitaris band indiepop Sweaters dulu juga punya band beraliran hardcore bernama Karet Gelang

@maniksmaniks dan @jimijimz menjadi salah satu bintang videoklip perdana @botc_indonesia yg hingga kini blm pernah tayang

Ade Paloh dari @SOREband pernah menangis sewaktu menonton band asal Jogja The Monophones. Sanking bagusnya, katanya

Vokalis Vincent Vega @ariel_williams sama sekali bukan keturunan bule. Nama saja bule. Dia sendiri keturunan Menado-Sunda

Lagu Anais Lulaby dari Santamonica pernah dipasang oleh @iyub di kamar bersalin, walhasil semua bayi disitu tertidur pulas

Ballads of the cliche dan Everybody Loves Irine mengawali karirnya di panggung2 indies dengan nama Engsel dan Gotoon

Baru inget lagi. Qibil dari The Changcuters pernah satu band dengan Ariel Peterpan sewaktu SMA dan memainkan musik Britpop

Merdi dari Sweaters, @iyub dari Santamonica dan aktor/model Christian Sugiono pernah tergabung dlm satu band bernama Foto

Vokalis/gitaris @70sorgasmclub @antoarief a.k.a antruefunk dl dikenal dgn nama Anto Melody waktu ia bergabung dgn The Bride

Setelah @Sir_Dandy merilis lagu Antruefunk, @antoarief langsung buat lagu balasannya. Judulnya Sir Dandy Teman Kita Semua


Highlights #localbandtrivia

@oomleo: pertamakali gua w/ @goodnightelctrc adalah: muter cd minus-one di tenda FOH paké dvd-player, while HF & @tentrabeck perform

@selectapop: @selectapop & @imanfattah & 2 teman membentuk band lawak noise: 'PERUSAK SUARA' yang manggung 2 thn 1x myspace.com/perusaksuara

@nouriegita: Vokalis coldplay adalah chris martin, gitaris sweaters adalah christ martin

@journalin: Cuma satu anggota D'Masiv yang gak punya BlackBerry

@ribosa: Jurnalis Rolling Stone & manajer The Upstairs, @wenzrawk, adalah satu2nya mantan Ketua Senat Fikom Moestopo yg drop-out :D

@endahNrhesa: awal th 2000 @rhesa_aditya pernah ikut festival band. Jurinya @wenzrawk !!! Dan dapet bassis terbaik! Huahahahaha!! XD

@AdibHidayat: Awal bikin kover album, Seurieus (RockerJugaManusia).Pernah buat kover album cewek,pas rilis baru tahu dia vokalis Geger!

@ribosa: Tahun 60-an, Rebecca Pan pernah buat lagu Bengawan Solo versi bahasa Inggris. Kemudian jadi OST film In the Mood for Love

@kartikajahja: @nikitadompas pernah dikecup ekky lamoh yang terkagum-kagum dengan permainannya

@aghinarottama: begajulan di panggung, vokalis The Brandals, Eka Annash dan Teenage Death Star, Aconk, tidak pernah absen solat 5 waktu

@kartikajahja: dalam sebuah interview pernah ditanya "Kenapa milih nama Tika?". Segitu males mikirnya si reporter, pertanyaannya tempate

@vincentrompies: Seneng beratz wkt di pensi sma 82, diajak Meta Kasim(wondergel) ke backstage dan dikenalin ama "Suar" Pure Saturday!lov him

@ribosa: Bimo Petrus, gitaris Lontar (Surabaya), adlh salah satu dr 13 aktivis yg dihilangkan paksa oleh rezim Soeharto

@ribosa:Ketawang Puspawarna adalah satu-satunya lagu dari Indonesia yg pernah dibawa NASA ke luar angkasa

@ordinary_wisnu: Konon nama 'Rhoma Irama' adalah singkatan dari 'Raden Haji Oma Irama'

@ordinary_wisnu: Petinggi KPK Chandra Hamzah beristrikan personel Geger Band. O'o ooow... o'o ooow...

@krisadibrata: @ovyrif pernah jadi penerjemah di ANTV

@ribosa: Ombat, vokalis Tengkorak, adlh pengikut Ba'asyir & skrg jd pengacara teroris M. Jibril

@desta80s: prnh di keramaian Pasar Baru.. Tiba2 ada mobil buka jendela teriak manggil "DESTAA!!"..&dia adlh "IWAN FALS"!!Bangga gilaa!

@hasief: Ricky dan Mela dari @wsatcc mengisi cello dan biola di lagu legendaris berjudul "Jujur" milik Radja

@Edwin_Marshal: @AndyRIF pernah hampir menjadi karyawan BI di malang,sebelum nekat kabur. Thanks God..dia menjadi rocker skrg

@hasief: Nama asli @JMonoAlexa adalah Adhika Prabu Aprianto, nama panggilan JMono didapat pas dia sempat main di @nidji

@vincentrompies: Jaman kuliah prnh diajak emil naip jd kru bass nya bwt tur naip..nolak gara2 mao kuliah bener! (yg akhirnye gak bener jg);P

@ordinary_wisnu: Mel Shandy pernah jadi qori'ah juara Musabaqoh Tilawatil Qur'an

@Edwin_Marshal: Dulu nama awal @cokelatband adlh Kikan and sya la la. Akhirnya ditemukan nama COKELAT oleh @robert_drive

@dewabudjana: Gw main di album pertama nya Nike Ardila (seberkas sinar)

@Edwin_Marshal: @siMarcell pernah hampir menjadi drumer band Jamrud

@armandmaulana: Gw hampir ditarik jd vocalist "caesar 90" ama deddy dores..drumnya jimmy manoppo & gtrnya dewa budjana

@armandmaulana: Baron smpt ngamuk dan hmpr thomas isian bassnya mau di isi ama mathes & ronald mau digantiin tio ex dewa

@solehsolihun: oppie andaresta, ternyata penggemar fariz rm. dan dia bilang, di tanda tangannya, dia selalu menulis 'rm'. hingga sekarang

@aghinarottama: album perdana @goodnightelctrc di mixing dan mastering selama bulan puasa, makanya laku..banyak doanya hahaha

@vincentrompies: Lagu Clubeighties "Dari Hati" pianonya tdnya akan diisi sama mas Fariz RM utk berkolaborasi,tp tdk jd karna satu&lain hal

@hasief: Sebelum gabung di Gigi, saat berusia 9 tahun @GUSTIHENDY sudah jamming dengan @dewabudjana yang berusia *eh gak muat lagi

@aghinarottama: nama dangdut @kartikajahja adalah RomanTika Kilau untuk beberapa project dangdutnya wakakakak

@hasief: Sosok brewok & keriting yang ada saat artis-artis Republik Cinta Management main di TV adalah @vegaantares dari @voxtheband

@solehsolihun: di album perdana teenage death star, @sat_nb, sang bassis, tak memainkan part bass sedikitpun

@vincentrompies: @Desta80s @bondigoodboy, cliff club80s,rekan2 IKJ lainnya (@culapo ikut gak yah?) jd bintang Video klip Gigi "Jomblo"

@solehsolihun: di album MK II Puppen, gambar X Ray yang ada di sana, adalah X Ray milik DJ DXXXT, setelah kecelakaan mobil

@solehsolihun: the brandals memecat vokalis pertamanya, edo walad, di rumah edo di bogor

@solehsolihun: logo macan teenage death star, diambil @sir_dandy dari clip art

@cantsaynotohope: Setelah latihan 250 kali @efekrumahkaca manggung pertama kali dengan hanya 7 orang penonton!

@solehsolihun: awal mula edi brokoli diajak gabung dengan harapan jaya, karena dia...[yah benar, saudara2] berambut kribo

@solehsolihun: @iwanfals pernah memakai nama pitat haeng ketika menciptakan lagu untuk orang lain

@solehsolihun: ada yg bilang, nama peterpan akronim dari 'pemuda terminal antapani', krn sma ariel ada di dekat terminal

@aghinarottama: before LAIN, the name was Djakarta Goodbye

@aghinarottama: @kartikajahja never uses a pitch-correction softwares / plug-ins in her albums

@aghinarottama: The Miskins lead singer, Lens Ter Wee, played drums before he sings, and he's an awful drummer :)

Wednesday, December 23, 2009

All I Want For Christmas is ...

Tahun ini adalah tahun kedua saya membagikan kompilasi Natal via internet. Masih sama seperti kompilasi tahun lalu, kompilasi tahun ini juga berisi lagu-lagu tradisional Natal dan juga lagu-lagu bertema Natal dari berbagai musisi dan grup musik favorit saya.

Untuk judul kompilasi tahun ini, All I Want For Christmas is____, saya sengaja mengosongkan bagian terakhir dari kalimat untuk dapat diisi sendiri sesuai keinginan atau permintaan kalian masing-masing untuk hari Natal ini.

Hal tersebut berkaitan dengan foto sampul kompilasi ini yang menampilkan salah satu instalasi yang saya kerjakan bersama teman-teman kantor untuk Singapore Design Festival 2009 yang berlangsung di akhir bulan November lalu.

Instalasi ini bernama The Wishing Tree, dimana konsepnya setiap orang yang melewati pohon ini dapat mengambil tag yang telah kami sediakan untuk kemudian mengisi tag tersebut dengan keinginan atau harapan mereka di masa depan. Setelah itu, tag-tag tersebut dipasang di ranting-ranting dari The Wishing Tree.

Sayangnya, belum ada seminggu saya dan rekan-rekan memasangnya di salah satu jembatan penyeberangan di kawasan Clarke Quay, instalasi ini pun hilang begitu saja. Sangat mengejutkan bahwa instalasi pohon yang berbahan akrilik ini - yang sebenarnya rapuh untuk dibawa-bawa - dapat lenyap di kawasan yang setiap harinya selalu ramai.

Akhirnya kami harus merelakan The Wishing Tree tersebut hilang dan berganti nama menjadi The Missing Tree. :D

Jadi kompilasi Natal tahun ini saya tunjukkan untuk The Wishing Tree yang mudah-mudahan kini bersemayam dengan manis di rumah orang yang memang membutuhkannya.

Silahkan klik foto The Wishing Tree di bawah ini untuk dapat mengunduh kompilasi.


Untuk tracklistnya, dapat dilihat di sampul belakang ini.


Selamat Natal dan tahun baru. Semoga semua harapan dan keinginan kita semua dapat terkabul segera. :)

Sunday, December 20, 2009

Dimas Ario's Favourite Albums of 2009

Seperti tahun 2007 dan 2006 (minus tahun lalu karena tidak sempat), saya membuat list dari album-album favorit sepanjang tahun.

Tahun ini, saya mencoba menyusun list dari album-album rilisan tahun 2009 yang menjadi favorit dengan pembagian kategori-kategori yang saya buat sendiri. Kategori ‘asal-asalan’ ini secara tidak langsung juga menjadi alasan mengapa album-album ini adalah favorit saya.

Dalam list ini, saya juga menyertakan satu lagu dari masing-masing album sebagai preview yang mudah-mudahan sedikit banyak bisa menjadi penggambaran musikal (bagi yang belum mendengar) dari album-album yang saya sebutkan.

Lagu-lagu preview tersebut dapat diunduh dengan mengklik tombol play yang ada di bawah dari setiap gambar sampul album.

Jika ingin mengunduh mix dari keseluruhan lagu yang ada, silahkan klik pada gambar di bawah ini.



Jadi inilah album-album favorit yang dirilis sepanjang tahun 2009 ini. (tidak berdasarkan urutan)


Album tersukses dalam meneruskan demam Afro Pop sekaligus menjadi pengisi kekosongan paling baik sebelum album baru Vampire Weekend dirilis di tahun depan:

The Very Best – Warm Heart of Africa


Chalo


 
Album rilisan tahun ini yang memiliki kemungkinan terbesar akan masuk dalam soundtrack film Sofia Coppola selanjutnya:

 Phoenix - Wolfgang Amadeus Phoenix



 Girlfriend

 

 Album alter ego terbaik dan paling ambisius di tahun ini:

 Atlas Sound – Logos


 Shelia

 
Album 2009 yang paling mencerminkan semangat female singer songwriter 70an yang dulu pernah dikibarkan oleh Carole King dan teman-teman seangkatannya:

 Diane Birch – Bible Belt


 Fools

 
Feel good album yang dihasilkan oleh seseorang yang merasa kehidupannya lebih baik setelah mengakhiri hubungan percintaannya dengan salah satu wanita tercantik di dunia:

 Devendra Banhart – What We Will Be


 Baby

 
Album terbaik yang dihasilkan dari dataran Skandinavia di tahun 2009:

 Loney Dear – Dear John


 I Was Only Going Out


 
Album yang paling mengharu biru di tahun ini melalui kesedihan yang diagungkan dengan indah dan bersahaja:

 The Leisure Society - The Sleeper


 The Last of the Melting Snow


 
Album tersukses yang dihasilkan oleh pengikut jejak Arcade Fire yang bisa menjadi contoh baik dalam membedakan kata terinspirasi dan menyadur:
 
Fanfarlo – Reservoir


The Walls Are Coming Down


 

 Album kolaborasi tersantun sekaligus paling menyenangkan di tahun 2009 ini:
 
The Pastel and Tenniscoats – Two Sunset


Vivid Youth


 
Album folk terkontemporer di tahun 2009 yang mungkin saja bisa menjadi referensi penting bagi musisi folk di tahun 2050:

Bibio - Ambivalence Avenue

 
Ambivalence Avenue


 
Album terbaik yang dihasilkan oleh segerembolan pecinta Sarah Records yang bersekolah di Institut Redefinisi Suara Dalam Ranah Musik Pop  (IRSDRMP) yang didirikan oleh My Bloody Valentine:
 

The Pain of Being Pure at Heart - The Pain of Being Pure at Heart


Everything With You


 
Abum instrumental yang bisa dinikmati semua orang dan patut mendapat perhatian lebih, namun sayangnya album ini berada di luar radar banyak orang:

Perhapsy – Perhapsy


Bow Song

 

Album dengan atmosfir terkosong di tahun 2009 sekaligus menjadi album tengah malam terbaik:

The XX – XX


Crystalised


 
Album yang sebisa mungkin saya hindari untuk masuk ke dalam list ini karena sudah banyak masuk di dalam list album terbaik 2009 di berbagai media, namun apa daya saya cantumkan juga karena musiknya yang memang di atas rata-rata:
 
Animal Collective - Merriweather Post Pavillion


My Girls


Album dengan muatan gravitasi terendah di tahun ini sehingga bisa menjadi pengiring sempurna ketika sedang berada di luar angkasa:
 
Lunar Testing Lab - Seashore Blvd


Black Sands


 
Album barat paling ketimuran di tahun 2009:

Taken by Trees – East of Eden


Anna


 
Album indiepop terfavorit tahun ini yang kembali mempertemukan aura Burt Bacharach dengan nafas Antonio Carlos Jobim:

Giorgio Tuma – My Vocalese Fun Fair


And Three Parasol Star

 

Album paling ‘Queen’ sepanjang 2009 namun minus nuasa flamboyan ala Freddy Mercury:

Fun – Aim and Ignite


Light A Roman Candle With Me

 

Album folk dari female singer songwriter berbakat dan paling rendah hati di tahun ini yang terlupakan untuk masuk ke dalam banyak list album terbaik 2009:

 
Sharon Van Etten - Because I Was in Love


Much More Than That

 


Album dengan nuasa tercerah di tahun ini sekaligus menjadi album yang seharusnya bisa dirilis oleh almarhum Mang Udel dari Losmen:


Dent May - The Good Feeling Music of Dent May & His Magnificent Ukulele



Love Song 2009


 

 
Bonus:


Mini album favorit di tahun 2009:

1. Washed Out – Life of Leisure

2. Josh Rouse – Valencia

3. The Pains of Being Pure of Heart - Higher Than The Stars

4. Brown Recluse – The Soft Skin

5.Andrew Bird - Fitz and the Dizzyspells

 
 
Rilisan lokal terfavorit di tahun 2009:

1. Risky Summerbee and the Honeythief – The Place I Wanna Go

2. The Trees and the Wild - Rasuk

3.Cascade – Pieces of the World

4. Tika and The Dissidents – The Headless Songstress

5. The S.I.G.I.T – Heart Dyslexia

 

Tuesday, November 10, 2009

Mari Sambut: Kentang Radio

Sungguh malang memang nasib radio. Keberadaannya dalam dunia media selalu rapuh untuk tiada dan ditinggalkan. Terutama jika sebuah teknologi media baru telah diciptakan.

Jika dulu di tahun 1979, The Buggles menyanyikan “Video Kills The Radio Star”, seperti seruan di kala itu yang mengingatkan akan sebuah era yang rasanya akan mulai berakhir.

Kini 30 tahun setelah itu, umur radio ternyata masih belum berakhir. Radio masih digemari oleh banyak orang. Walaupun keberadaanya kini kembali terancam oleh kehadiran internet yang membuat orang bisa mendengarkan musik apa saja yang mereka mau, kapan saja dan (hampir) dimana saja.

Namun, media internet itu tidaklah sekejam ibu tiri. Ia tidak begitu saja menyingkirkan radio. Internet dapat membuat hubungan mutualisme yang harmonis antara radio. Kini banyak radio konvensional yang dapat juga streaming di internet. Jadi pendengar sebuah radio yang tadinya hanya ada di area yang dijangkau oleh gelombang dari pemancar, kini bertambah luas dengan adanya streaming di internet.

Karena fasilitas streaming ini juga yang menjadi bidan dari lahirnya begitu banyak radio online sekarang ini. Kehadiran radio online ini hampir sulit untuk terdeteksi karena sifatnya yang independent. Saya juga tidak tahu berapa banyak radio online yang sudah ada di Indonesia sekarang ini.

Namun ada sebuah radio online yang baru saja saya temukan dan langsung membuat saya terkesima. Radio ini mengudara sesuka hati mereka. Tidak ada jadwal pasti. Sepertinya mengikuti jadwal sang DJ dan juga bergantung pada koneksi internet yang ‘angin-anginan’. Atau malah tergantung pendengar sedang ingin mendengarkan atau tidak. Seperti kemarin mereka bertanya di wall Facebook mereka: PENGENNYA Kentang Radio SIARAN GAK MALEM INI ???


Nama radio ini Kentang. Entah apa maksud di balik namanya itu. Kena tanggung? Iya, mendengarkan radio ini bisa kena tanggung jikalau tiba-tiba koneksi internet terputus disaat kita sedang menikmati sebuah lagu dari situ.

Ah, tapi apa artinya sebuah nama. Yang terpenting dari radio ini adalah materi dari lagu-lagu yang diputarnya. Dan juga soal bagaimana radio ini memanfaatkan salah satu jajaring sosial terbesar yang ada di dunia maya saat ini sebagai rumah mereka.

Radio Kentang bisa didengarkan atau streaming di laman Facebook mereka. Tinggal klik tombol listen, maka langsung muncul perangkat streaming yang dapat memperlihatkan judul lagu yang tengah diputar dan berapa jumlah orang yang sedang mendengarkan streaming di saat itu.

Radio ini juga memberi fasilitas bagi pendengar untuk chatting. Ya, mereka tahu benar kebiasaan orang Indonesia yang suka mengobrol tanpa juntrungan. Jadi diberilah fasilitas chatting agar orang bisa langsung komentar atau request atau bicara tidak penting lainnya disitu. Yang menarik sang DJ juga turut terlibat dalam chat tersebut. Karena itu terjadilah pembicaraan langsung antara penyiar dan pendengar.

Maaf, rasanya kata penyiar kurang tepat jika kita berbicara mengenai Radio Kentang. Mungkin sebutan DJ lebih tepat. Karena dari beberapa hari ini saya mendengarkan siaran mereka, hanya satu kali ada penyiar yang berbicara langsung di depan microphone diantara jeda lagu. Sisanya, siaran Radio Kentang hanya memutar lagu saja. Lagipula sudah ada fasilitas chatting jika kita ingin ‘mendengar suara’ sang DJ.

Karena berbagai ketidaklaziman itulah yang membuat radio Ketang bukanlah radio konvensional. Bisa dikatakan Radio Kentang adalah penyemarak dari perkembangan web 2.0 melalui penggunaan jejaring sosial sebagai medium dan runtuhnya dinding antara pendengar dan penyiar atau pemutar lagu atau DJ atau apapun itu sebutannya.

Salah satu yang membuat saya terkesima akan radio ini adalah materi lagu-lagu yang mereka putar. Satu waktu mereka memutar lagu-lagu Indonesia dari era 80an, mulai dari Denny Malik hingga lagu Senam Kesegaran Jasmani 88. Satu waktu lagi mereka memutarkan lagu-lagu aneh bin ajaib dari segala penjuru Asia Tenggara.

Mereka tidak peduli ketika memutarkan lagu Guruh Soekarno Putra yang berdurasi lima belas menit lamanya. Atau tiba-tiba memutarkan lagu daerah Minang di sebuah malam. Siapa juga yang mau protes? Yang mendengar juga pasti merasa senang karena mereka bisa merasakan sebuah pengalaman baru dari mendengarkan sebuah radio.

Namun sejauh saya mendengarkan siaran Radio Kentang, saya merasa bahwa mereka tidak melulu idealis dengan terus memutarkan lagu-lagu yang tidak umum. Sepertinya mereka juga tidak ingin terlihat pretensius dan tidak ingin terus terlihat keren. Jadi mereka pun memutarkan lagu-lagu populer yang mungkin sudah dirindukan untuk didengar diantara lagu-lagu tidak umum itu yang sesekali mereka katakan sebagai “Lagu-Lagu Paling Tidak Enak Yang Dapat Membuat Anda Mimisan.”

Ini adalah radio ‘berbahaya’ yang patut diawasi pergerakannya di masa yang akan datang. Kita beruntung bisa memiliki radio ini di Indonesia seperti Inggris beruntung memiliki pirate radio, Radio Rock walau itu hanya ada di film The Boat That Rocked. hehe

Jadi silahkan klik gambar dibawah ini untuk menuju pada laman Facebook dari Radio Kentang dan bersiaplah untuk mengalami petualangan musikal yang sangat sangat mengasyikkan yang tidak akan kalian dapatkan di radio-radio pada umumnya.





PS: Tapi jangan kecewa dulu jika sudah mengklik tombol listen, namun belum keluar suara apapun. Berarti Anda belum beruntung untuk sekarang ini. Coba lagi dalam beberapa jam ke depan. hehe

Monday, November 9, 2009

500 Kata Untuk (500) Days of Summer

Adegan awal dalam trailer film (500) Days of Summer sangat menjanjikan sekaligus memorable: memperlihatkan sebuah percakapan antar pria dan wanita di dalam sebuah lift dengan lagu “There Is a Light That Never Goes Out” dari The Smiths yang menjadi topik pembicaraan. Sebenarnya adegan ini mirip dengan adegan The Shins di film Garden State, namun seratus kali lebih menggemaskan.

Dari situ saja, saya dapat mengambil kesimpulan sementara bahwa film ini akan menjadi suguhan romantic comedy yang menarik tentunya dengan deretan soundtrack yang rancak.

Namun di awal film, narator pun membuka adegan dengan sebuah kalimat: "But you should know upfront, this is not a love story." Dan dugaan saya selanjutnya bahwa film ini bukanlah romantic comedy pada umumnya.  Barulah di penghujung film, saya dapat simpulkan bahwa (500) Days of Summer adalah anti Hollywood romantic comedy.

Di film ini tidak akan ditemui plot klasik yang berjalan linear dimana tokoh pria bertemu tokoh wanita, mereka jatuh cinta, have sex, konflik datang, lalu mereka putus dan di akhir sebelum credit film muncul, mereka rujuk kembali dengan latar jalanan yang sedang hujan atau di airport.

Karena yang ada di film ini adalah plot yang tak terduga yang berjalan non linear, mencampur adukkan realita dan fantasi dengan sangat menarik dengan diiringi oleh soundtrack yang menjadi bagian dari cerita itu sendiri, bukan hanya menjadi pengiring gambar saja.

Seperti bagaimana lagu Hall & Oates “You Make My Dreams” menjadi salah satu rangkaian kolase yang padu diantara tarian dan ilustrasi burung yang berterbangan untuk menggambarkan betapa cerianya hati tokoh utama pria bernama Tom yang sedang jatuh cinta.

Sementara lagu “Hero” dari Regina Spector menjadi sebuah himne menggetarkan untuk scene reality vs expectation yang bertempat di sebuah pesta yang diadakan oleh Summer, sang tokoh utama wanita. Dalam adegan ini, layar terbagi dua bagian: antara harapan dari Tom dan juga kenyataan yang ternyata berujung pahit baginya. Setelah sadar apa yang sesungguhnya terjadi di pesta itu, Tom pun berlari dan segera meninggalkan pesta seraya Regina terus bernyanyi lirih: “No one's got it all...”

Tokoh Summer disini memang mempunyai kepribadian yang cukup sulit untuk dipahami namun selalu dicintai oleh orang-orang disekelilingnya. Ia adalah tipe gadis yang bisa meningkatkan penjualan album Belle and Sebastian The Boys With Arab Strab di kota asalnya Michigan hanya dengan mengutip salah satu penggalan lirik lagu Belle and Sebastian di buku tahunan SMAnya. Ia juga yang secara tidak langsung menyebabkan kedai Ice Cream Daily Freeze mengalami peningkatan penjualan sejumlah 21, 2 persen selama ia bekerja parah waktu disana semasa kuliah.

Untuk selera musik, Summer adalah tipe gadis yang ‘tidak pada umumnya’ yang pasti akan membuat para indie boy meleleh hatinya. Salah satu buktinya ada di adegan lift yang di awal tulisan ini saya singgung. Bukti ‘ketidak umuman’nya yang lain bahwa anggota Beatles favoritnya adalah Ringgo Star dan Summer juga yang menyanyikan lagu Nancy Sinatra “Sugar Town” di sebuah karaoke bar.

Karena ketidak umuman itulah, seorang Tom begitu jatuh cinta dengannya.

Sementara itu, Tom adalah tipe pemuda yang tumbuh dengan banyak mendengarkan ‘Sad British Pop Music’ dan salah menginterpretasikan film The Graduate sebagai kisah cinta abadi. Ia adalah music geek yang (bisa) menjadi pengunjung tetap dari toko vinyl milik Rob Gordon di High Fidelity dan menyimpan banyak kaus band cult di lemari pakaiannya. Di satu adegan, ia mengungkapkan kesedihannya ketika mendapati kenyataan bahwa tak ada satupun orang yang dikenalnya mendengarkan band Spearmint.



Tom yang berhati sensitif dan juga pemimpi bertemu dengan Summer yang ceria namun sulit dipahami. Hasilnya? Adalah 90 menit yang penuh musik, tawa dan duka dimana memori menjadi pelita, keyakinan mempertanyakan eksistensinya dan harapan masih berkutat dengan realita.

Saya tidak akan membocorkan lebih banyak mengenai cerita film ini. Karena ini bukanlah sebuah resensi. Ini hanya sebuah tulisan sebanyak 500 kata (kurang lebih) mengenai film yang sejak awal saya melihat trailernya hingga hari ke 500 dalam kisahnya, begitu memikat mata, telinga, hati serta pikiran saya.