Wednesday, September 24, 2008

Apa saja yang terjadi semalam pada edisi PopCircle ke 39?




Setelah edisi spesial Burt Bacharach minggu lalu, semalam kami kembali ke edisi PopCircle reguler dimana seperti biasa kami memutarkan playlist yang telah kami siapkan dari berbagai penyanyi dan musisi sekaligus memutarkan beberapa request dari pendengar.

Dalam playlist semalam, ada beberapa lagu terbaru dari The Verve, Pelle Calberg, Jenny Lewis, serta sebuah lagu dari album teranyar dari salah satu penyanyi wanita terpanas saat ini, Ladyhawke yang suaranya serta musiknya membawa terbang memori kami kepada kejayaan Cyndi Lauper di era 80an. Selain itu, semalam kami juga memutar singel ketiga Santamonica dari album Curiouser, Curiouser yang berjudul Paperdolls.

Untuk topik sharing edisi semalam, kami mengundang pendengar untuk membagikan pengalamannya mengenai hal apa saja yang mereka rindukan dari kampung halaman masing-masing. Tentunya topik ini muncul karena dalam beberapa hari lagi lebaran akan segera tiba dan tentunya tradisi mudik pun sangat lekat dengan suasana menjelang lebaran. Respon pendengar cukup baik. Semalam kami menerima total 46 sms dari pendengar. Diantaranya juga berisi request.

Pada edisi semalam, kami juga membuka kembali segment localism, setelah lama absen dalam beberapa edisi terakhir. Band lokal yang kami angkat pada segment Localism kali ini adalah band dari Yogyakarta, Lampukota. Vokalis Lampukota, Budi yang kami ajak berbincang via telepon mengenai filosofi nama band mereka, bagaimana mereka menyebut aliran musik yang mereka mainkan serta kesan mereka dalam mengikuti ajang indiefest 2008 ini. Di akhir segment Localism, kami memutar salah satu lagu Lampukota yang berjudul Jangan Mati.

Lalu untuk segment random info, kami membeberkan sejumlah perkembangan terbaru dari album-album yang kami rasa patut untuk ditunggu di kuartal terakhir tahun 2008 ini, seperti album baru dari Keane, Postal Service, The Radio Dept sampai kepada kelanjutan album reuni dari Blur.

Yah akhirnya, PopCircle edisi terakhir dalam bulan Ramadhan tahun ini berjalan lancar dan menyenangkan. Minggu depan PopCircle akan absen dulu karena bertepatan dengan hari Lebaran. Jadi, sampai bertemu dua minggu lagi!

Berikut ini adalah playlist yang kami buat untuk PopCircle edisi 39:

01. The Verve – Judas
02. Pelle Carlberg & Karolina Komstedt – Nick Names
03. Mocca & Bob Tutupoly – Swing it Bob!
04. Ladyhawke – Back of the Van
05. Blur – She’s So High (live at Budokan)
06. Jenny Lewis – Blacksand
07. Nouvelle Vague – Dancing With Myself (Billy Idol Covers)
08. Massive Attack & Madonna – I Want You (Marvin Gaye Covers)
09. The Cars – I’m Not the One
10. Brookville – Blue Morning
11. Lampu Kota – Jangan Mati
12. The Divine Comedy – Diva Lady
13. Santamonica – Paperdolls
14. Stephen Kellog and the Sixers – See You Later, See You Soon

Dan di bawah ini adalah beberapa foto yang diambil Marin, semalam

Tuesday, September 9, 2008

Sepuluh Fakta Tentang Dimas Ario

Kemarin di tag sama felix untuk menuliskan sepuluh fakta mengenai diri saya. Hari ini juga baru di tag oleh Ricky White Shoes. Jadi sudah di tag oleh dua orang, mau nggak mau saya harus menulis ini juga. hehe..*sebenernya lebih semangat nulis beginian daripada nulis untuk kerjaan saya yang sampai hari ini belum kelar-kelar :p


Inilah sepuluh fakta (yang mungkin tidak banyak diketahui) mengenai diri saya:

1. Nama baptis. Saya dibaptis secara Katolik semenjak bayi dan mendapat nama baptis Alexander. Tapi entah kenapa, nama baptis saya itu tidak pernah dicantumkan oleh orang tua saya, misalnya di akte kelahiran ataupun ketika di sekolah dulu. Padahal dari TK sampai SMP saya bersekolah di sekolah Katolik. Maka dari itu, banyak teman-teman saya yang tidak tahu bahwa saya mempunyai nama lagi di depan nama Dimas. Gara-gara nama baptis yang tidak pernah dicantumkan itu juga, saya pernah disangka berbohong sewaktu awal duduk di bangku SMA. Jadi SMA saya negeri, dan ada aturan saat pelajaran agama Islam, siswa non muslim diharuskan keluar kelas. Sebagai siswa non muslim, saya pun ikut keluar kelas. Namun ketika saya keluar kelas, teman-teman menyoraki saya. Mereka kira saya berbohong dan ingin bolos pelajaran agama. Teman-teman saya mengira saya muslim karena nama baptis saya tidak tercantum di nama dalam daftar absen kelas.

2. Pasar loak. Saya sangat menyukai pergi ke pasar loak. Kadangkala memang ada barang-barang yang saya buru (biasanya berhubungan dengan kamera) Tapi terkadang juga hanya dengan pergi ke pasar loak dan melihat barang-barang apapun yang aneh-langka-nggak penting saja sudah menjadi hiburan tersendiri bagi saya. Kalau tertarik, tinggal menawar harganya. Jika harga belum cocok, dengan berat hati saya skip dulu. Walaupun sebenarnya meninggalkan barang yang kita taksir di pasar loak adalah tindakan yang beresiko tinggi karena pasar loak tidak mengenal stok barang. Tapi saya juga mempunyai prinsip jika jodoh barang tersebut pasti akan menjadi milik saya. Hehe..Setiap saya ke luar kota, pasti salah satu tempat pertama selain tempat makan enak yang saya cari adalah areal pasar loak.

3. Pilek di pagi hari. Hampir di setiap pagi, setiap bangun tidur saya mengalami pilek. Mungkin alergi dingin. Karena tidak nyaman dengan cairan yang selalu berada di dalam hidung saya setiap pagi, maka saya selalu membuang dengan segera cairan tersebut. Atau istilah populernya membuang ingus. Namun membuang ingus versi saya selalu disertai bunyi. Terkadang bunyinya cukup keras atau menganggu..hehe..Teman-teman satu kosan dan juga teman-teman band saya pasti sudah sangat familiar dengan bunyi tersebut.

4. Morning person. Bisa dikatakan saya adalah morning person. Setiap hari, sebisa mungkin saya bangun pagi. Walaupun sebenarnya kerjaan saya sekarang tidak mengharuskan saya bangun pagi, tapi tetap saja saya merasa rugi jika melewatkan waktu  pagi hari. Biasanya ritual pagi (setelah membuang ingus tentunya), saya membuat kopi sembari merokok beberapa batang. Setelah itu, saya bisa melakukan banyak hal. Misalnya online, membaca buku atau majalah dan juga jika sedang niat, saya pergi hunting foto sendiri.

5. Pernah ikut sanggar kesenian. Waktu saya duduk di bangku SD, tepatnya mulai dari kelas 4, saya dimasukkan ke sanggar kesenian oleh ibu saya. Nama sanggar keseniannya adalah sanggar Sangrilla pimpinan ibu Maria Tanzil. Di sanggar tersebut, saya mengikuti berbagai macam kelas kesenian, mulai dari menyanyi, bermain drama, bermain musik hingga menari. Ya, saya pernah ikut kelas menari di sanggar tersebut. Walaupun hanya beberapa kali dan tidak pernah masuk kelas menari lagi, karena saya merasa tidak nyaman dan berbakat di menari. Tapi saya masih ingat betul lagu yang diputar untuk mengiringi tariannya adalah lagu “King of Wishfull Thinking” dari grup Go West.  Di sanggar Sangrilla saya juga mengenal yang namanya operet. Saya beberapa kali ikut bagian dalam operet anak-anak dari sanggar Sangrilla, dan sempat bermain di hadapan mantan presiden Soeharto pada suatu acara. Saya ikut sanggar ini sampai saya lulus SD. Lama kelamaan saya merasa malas untuk datang dan berlatih. Mungkin kalau saya serius di sanggar tersebut, saya bisa menjadi bintang cilik. Heheh.. Beberapa teman-teman saya di sanggar akhirnya menjadi penyanyi cilik seperti Sheren Regina Dau atau Erik Sanusi yang dikemudian hari bergabung di Lenong Bocah.

6. Ukuran sepatu besar. Ukuran kaki saya cukup besar, yaitu 44. Maka dari itu, saya biasa mengalami kesulitan dalam mencari sepatu. Biasanya kasus yang paling sering, saya sudah menaksir modelnya tetapi ukuran untuk saya tidak tersedia. Jikapun ada yang ukuran besar, saya tidak begitu menyukai modelnya, atau juga ada yang ukuran besar dan saya suka modelnya, tetapi harganya tidak cocok di kantong. Jadi serba salah memang. Karena itu saya jarang membeli sepatu. Sekalinya beli, saya pakai terus hingga sepatu tersebut rusak.

7. Mudah tertidur. Ini adalah salah satu kebiasaan saya yang sering saya syukuri. Karena ternyata banyak teman-teman di sekitar saya yang mengalami sulit tidur atau insomnia. Saya bisa tidur di sembarang tempat dan keadaan. Jika mata ini sudah mengantuk, maka tidak membutuhkan waktu yang lama untuk saya jatuh tertidur. Karena kebiasaan ini juga beberapa teman menjuluki saya pelor (nempel molor).

8. Tidak pernah sisiran. Saya lupa kapan terakhir saya menyisir rambut. Saya memang tidak menyukai efek dari sisir rambut yang membuat rambut tampak rapi dan teratur. Bagi saya kerapian dari efek sebuah sisir rambut itu adalah kerapian yang palsu. Haha...Biasanya setelah mandi, saya hanya mengeringkan rambut dengan handuk sembari sedikit menata rambut saya dengan tangan. Yang selalu mengeluh dengan kebiasaan saya tidak menyisir rambut adalah orang tua saya. Biasanya kalau mau pergi ke acara keluarga, kedua orang tua saya yang paling cerewet menyuruh saya untuk merapikan rambut.

9. Basket. Saya sempat sangat gandrung dengan olahraga bola basket. Hal ini berlangsung saat saya duduk di SD sampai SMP. Sewaktu SD, saya sempat masuk tim basket sekolah. Walaupun saya hanya duduk di bangku cadangan, tapi rasanya sangat membanggakan bisa mengenakan kaus seragam basket dan mewakili sekolah saya di pertandingan-pertandingan antar sekolah. Selain aktif bermain basket, saya juga penggemar setia NBA. Mulai dari menonton pertandingannya, bermain video game hingga mengoleksi kartu basket pemain NBA.

10. Andy Warhol. Saya mengidolakan sosok Andy Warhol. Saya suka setiap karyanya. Dan saya juga suka filosofi-filosofi dari dirinya. Seingat saya, saya mulai tertarik akan karya Andy Warhol sewaktu SMA. Melalui Andy Warhol yang akhirnya mengubah pandangan saya akan sebuah karya seni. Bahwa karya seni seperti lukisan tidak selalu harus terkesan elit dan tidak dimengerti oleh orang awam. Saya ingat betul, yang pertama menarik perhatian saya dari karya Warhol yaitu dari permainan warnanya. Warna-warna terang yang biasa dihasilkan Warhol jugalah yang akhirnya memacu saya untuk membuat sesuatu yang kurang lebih sama namun dengan menggunakan medium photoshop. Karena Andy Warhol saya akhirnya rajin mengulik photoshop untuk mengedit gambar atau foto hingga menghasilkan tampilan seperti yang biasa Andy Warhol lakukan dalam setiap karyanya. Dari Andy Warhol juga saya mendapatkan nick popism yang sering saya gunakan saat ini. Popism adalah judul buku yang ditulis oleh Andy Warhol. Jika banyak orang menjuluki Michael Jackson sebagai King of Pop, bagi saya King of Pop sesungguhnya adalah Andy Warhol.


Berikut ini adalah sepuluh orang yang saya tag:

1. Budi Warsito. Budi adalah salah satu penulis favorit saya. Sudah beberapa edisi terakhir dari majalah tempat saya bekerja, Budi menjadi kontributor tetap. Jadi tidak ada alasan lagi bagi saya tidak men-tag dirinya, karena saya ingin membaca tulisannya yang selalu menarik.

2. Diandra Galih. Diandra Galih atau yang biasa saya panggil dengan nama Andra, adalah rekan kerja saya. Ia adalah orang di balik semua grafis dan layout dari majalah tempat saya bekerja. Selain piawai dalam hal grafis, Andra juga sangat menyukai kata-kata. Jadi mungkin ia akan tertarik untuk menulis ini.

3. Duto Hardono. Duto adalah seniman muda berbakat yang karya-karyanya akan terjual sangat mahal sepuluh tahun dari sekarang. Selain melukis, ia juga gemar menulis di blognya. Tapi akhir-akhir ini karena kesibukkannya berpameran dimana-dimana, blognya jadi terbengkalai. Jadi saya ingin melihat tulisannya lagi di blognya.

4. Chairina Hanum. Ia biasa dipanggil dengan Nanum. Ia juga beberapa kali menyumbangkan tulisannya untuk majalah tempat saya bekerja. Blognya di multiply kerap kali dipenuhi oleh tulisan-tulisan ringan mengenai hal-hal kecil yang jarang kita pikirkan namun sangat menarik. Oleh karena itu, harusnya fakta-fakta mengenai dirinya pasti akan menarik untuk dibaca.

5. Frederick Rheinhard. Frederick atau yang biasa dipanggil Erick adalah rekan satu band saya dan juga tetangga rumah saya. Saya berteman dengan dia dari kecil. Ia kini bekerja sebagai wartawan di sebuah majalah remaja pria. Mungkin karena kesibukannya sebagai wartawan di majalah tersebut yang membuat ia jarang menulis di blog multiplynya. Tapi mudah-mudahan karena tag ini, ia kembali mau menulis di blognya.

6. Fififurfairy. Saya lupa nama asli Fifi siapa. Ya, mungkin di dunia multiply, ia lebih dikenal dengan nama Fififurfairy. Fifi adalah pacar dari teman satu band saya, Bobby. Fifi adalah pelaku aktif multiply. Dan sepertinya tag ini akan ia lakukan dengan senang hati.

7. Pratiwi Sasotya. Sasotya atau yang biasa dipanggil Tya, adalah teman yang saya kenal melalui Multiply. Tapi rasanya sudah lama saya tidak melihat tulisannya di Multiply. Mudah-mudahan dengan tag ini, ia mau kembali menulis di blognya.

8. Dani Supriyatna. Dani adalah drummer dari sebuah band garda depan yang bernama Sungsang Lebam Telak. Selain bermusik, ia juga amat senang menulis. Tulisannya di blog multiplynya selalu mengundang tawa karena absurditasnya. Saya tidak sabar untuk membaca fakta-fakta mengenai dirinya.

9. Anto Arief. Anto adalah seorang musisi berkulit sawo matang namun mempunyai soul seperti orang-orang berkulit hitam di Afrika dan Amerika. Selain bermusik ia juga senang menulis. Mudah-mudahan ia mau menulis ini di tengah-tengah pekerjaannya yang katanya semakin membosankan.hehe..

10. Amanda Mita. Mita adalah teman saya yang mempunyai segudang kesibukan. Mulai dari menari tradisional, bermain kecapi ataupun berkarya dengan coretan-coretan tangannya. Jika ingin membuat janji dengannya, harus dari seminggu sebelumnya. Jadi mudah-mudahan ia bisa meluangkan waktunya sedikit untuk menulis hal ini. *tulisannya baru jadi baru minggu depan juga nggak pa-pa kok, mit :D