Monday, August 28, 2006

In My Own Words

Rating:★★★
Category:Music
Genre: R&B
Artist:Ne-Yo
Rasanya saya sudah sedikit muak dengan artis-artis kulit hitam yang banyak bermunculan di industri musik saat ini khususnya dalam ranah RnB dan Hip Hop. Biasanya mereka hanya bermodalkan perhiasan berkilau dan gaya hidup mewah ala kaum kulit hitam di West Coast. Tampil tanpa bakat musikal yang istimewa tetapi menyiasatinya dengan menggandeng pencipta lagu handal dan produser terkenal untuk menghasilkan album yang akan terjual jutaan kopi yang pada nantinya membuat mereka bisa memamerkan rumah mewahnya di MTV Cribs. Mereka memang menjadi bintang, tetapi bukan sebagai seorang musisi sesungguhnya yang bisa menciptakan musiknya sendiri. Sampai pada awal tahun 2006 kemarin, dirilislah sebuah album RnB yang bertajuk In My Own Words dari seorang artis pendatang baru bernama Ne-Yo. Sebelum membuat debut albumnya ini, Ne-Yo telah malang melintang sebagai seorang penulis lagu untuk para artis RnB terkenal, dari mulai Mary J Blige, Rubern Studdard, Faith Evans, Mario dan juga Rihanna. Jadi album ini adalah pembuktian dirinya, tidak hanya sebagai seorang penulis lagu yang handal tetapi juga sebagai penyanyi RnB yang layak diperhitungkan.

Singel “So Sick” yang sempat menduduki peringkat pertama di Billboard adalah bukti yang paling signifikan bahwa dirinya bukanlah artis RnB karbitan. Keseluruhan lagu berjalan ringan dan santai serta dilengkapi dengan reffren yang kuat. Gaya penulisan lirik Ne-Yo di lagu ini juga terasa istimewa. Dengan mengambil sudut pandang yang sama dari famous quote yang ditulis oleh Nick Hornby di dalam buku High Fidelity : What came first, the music or the misery? Did I listen to music because I was miserable? Or was I miserable because I listened to music?, Ne-Yo merasa telah jengah dengan segala lagu cinta yang akan membuatnya semakin menderita. ”I’m so sick of love song / so tired of tears / so sick of love song / so sad and slow / so why can’t i turn off the radio?”

Departemen lirik dalam album ini rata-rata masih menawarkan keagresifan khas RnB yang tidak akan pernah dihasilkan dari kesensitifan musik indie pop khususnya produksi Sarah Records. Kita tidak akan pernah menemukan lirik seperti “Could it be the little wrinkle over your nose / When you make your angry face/ That makes me wanna just take off all your clothes / And sex you all over the place” - yang ada pada lagu ”When You’re Mad” - di dalam lagu-lagu milik Trembling Blue Stars. Begitu juga sebaliknya, kita tidak akan pernah menemukan judul lagu seperti “Letter Never Sent” atau “I’m Tired, I’ve Tried” dalam kebanyakan album RnB seperti juga dalam album ini.

Ada satu hal yang bisa kita rasakan saat mendengar sebagian besar lagu dalam album ini, yaitu pengaruh dari seorang Michael Jackson. Album ini secara garis besar berhasil meniupkan kembali nafas musik ala Michael Jackson, dan tentunya dengan his own words. Salah satu lagu yang menurut saya paling banyak mendapatkan pengaruh dari Jacko ada di lagu “Sexy Girl”. Lagu ini seperti diciptakan untuk Jacko. Dari intro, verse, reffren sampai cara bernyanyi Ne-Yo, semuanya ‘sangat Jacko’. Dalam lagu “Sign Me Up”, Ne-Yo menyerukan “I’m just wanna rock with you” , persis dengan seruan Jacko dalam lagu terdahulunya “Rock With You” Untungnya pengaruh Jacko pada Ne-Yo hanya berakhir pada musik. Tidak seperti Usher – yang juga meniru habis penampilan Jacko - lengkap dengan sarung tangan yang dipakai di sebelah tangan.

Terlepas dari bayang-bayang Michael Jackson, album ini cukup menjanjikan untuk sebuah debut. Ini adalah album RnB yang konsisten. Lagu-lagu dalam album ini tidak melenceng menjadi Hip Hop, yang sering dilakukan oleh banyak artis RnB dewasa ini - yang sering mengaburkan garis batas antara Hip Hop dan RnB. Untuk kamu yang kurang menyukai musik rap, tidak perlu risau, karena sepanjang album kita akan terus mendengarkan alunan suara Ne-Yo yang merdu dan bukan celotehannya. Kemampuan Ne-Yo dalam menulis lagu juga membuat dia lebih unggul dibandingkan teman-teman seangkatannya, seperti Chris Brown misalnya. Mungkin tidak berlebihan jika meletakkan album ini tepat di sebelah album dari Pharell Williams, yang juga merupakan salah satu musisi kulit hitam dengan talenta terbaik yang dimiliki industri musik sekarang ini.

3 comments:

  1. wah, gak nyangka lo ngereview RnB, dim. gue juga baru tau kalo Ne Yo itu ternyata udah nulis lagu sebelumnya. berarti termasuk kalangannya si Kanye dan Scott Storch yang banyak bikin hits buat artis2 (karbitan?) RnB ya. hehehe.

    ReplyDelete
  2. hehe..ini gara2 sebelah kamar gw terus2an muter lagu so sick dan sexy girl..akhirnya gw jadi penasaran pengen denger sealbum..kl kanye sebenrnya lebih banyak memproduseri..kl ne-yo banyak nulis lagu..

    kl produsernya dr 2 lagu yang tadi gw sebutin ternyata dr norwegia..duo namanya stargate. bahaya juga tuh, lagu-lagu yang diproduseri mereka selalu jadi hits.

    ReplyDelete